Tasyakur Bi Ni’mah #4BulanKehamilanAini

Tags

, , , , , , , ,

Tasyakur Bi Ni'mahPada tanggal 14 Agustus 2016 yang lalu, berdasarkan perhitungan dan aplikasi smartphone yang kami gunakan, menjadi titik dimana usia kehamilan Aini telah menginjak usia 4 bulan. Di titik tersebut, menurut Islam, merupakan momen di mana ruh ditiupkan ke dalam janin dan garis masa depannya telah dituliskan.

Yang artinya kehidupan telah turun ke dunia, dan ia sudah mulai dapat mendengarkan suara kita (bahkan sebenarnya ia sudah mulai dapat mendengar di usia kehamilan 3 bulan berdasarkan alodokter.com).

إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ،

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dipadukan bentuk ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk mani) lalu menjadi segumpal darah selama itu pula (selama 40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal: rizkinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya.” [Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu].

Sumber: almanhaj.or.id

Seminggu setelahnya, pada 21 Agustus 2016, kami berdua Alhamdulillah memiliki rezeki untuk melaksanakan acara tasyakur bi ni’mah di kediaman kami di Bandung secara sederhana bersama keluarga, sanak saudara, dan beberapa teman terdekat (termasuk sohib saya Abian Adyasa) dengan melakukan pengajian, doa, dan makan bersama alakadarnya. Menurut beberapa sumber yang kami tanyakan, kami dianjurkan melantunkan surat-surat pilihan terbaik yang pas dengan momen 4 bulan ini. Diantaranya adalah:

  • Al-Fatihah
  • Al-Mukminun 12-14
  • Al-Baqarah 233
  • Luqman 12-14
  • Al-Ahqaf 15
  • Maryam 18-22
  • Yusuf 1-6
  • dan juga doa di bawah ini

Untuk menekan pengeluaran, kami tidak menggunakan jasa catering, melainkan meminta bantuan orangtua untuk memasak. Budget kurang lebih 1 juta sudah lebih dari cukup untuk menghidangkan rupa-rupa makanan porsi +- 60 orang (Bandingkan dengan memesan nasi box dengan harga IDR 25.000, tentunya memasak sendiri lebih hemat dan lengkap). Pengajian sendiri dipimpin oleh Ustadz Aziz yang juga memimpin pengajian pada hari dimana kami menggelar akad nikah 8 April 2016 lalu.

(Baca juga: Akad Nikah – Aini & Handry)

Momen ini juga jadi ajang silaturahmi dengan saudara-saudara karena saat ini stay di Jakarta yang menyebabkan intensitas bertemu pun menjadi minim. Bertemu dengan Andra, salah satu keponakan, pun cukup menyegarkan pikiran dengan melihat ekspresi saat ia tertawa ketika saya memainkan boneka Kodok yang bahkan umurnya lebih tua dibandingkan saya sendiri.

Setelahnya, kami tidak punya banyak waktu untuk bersantai di Bandung karena sudah harus berangkat pergi ke ibukota dengan kereta di jam 4 sore harinya. Sampai berjumpa 5 bulan lagi ya debay kami tercinta. We love you.

RECORDED BY FUJIFILM X-10 // EDITED BY MOVIE MAKER AND SONY VEGAS PRO 13.0

 

“We are going back, and the struggle is begin again.”

handry

 

Perjuangan Di Separuh Jalan Pertama #KehamilanAini

Tags

, , , , , ,

Usia Kehamilan 4 Bulan

Memiliki keturunan merupakan impian hampir setiap pasangan suami istri. Ada yang diberikan sesegera setelah menikah, ada pula yang harus bersabar dan menanti cukup lama untuk menimang anak pertamanya. Ada yang memang ingin segera memiliki anak, ada pula yang memang menunda dahulu demi tujuan-tujuan lain yang ingin dicapai. Skala prioritas bermain di sini.

Saya dan Aini termasuk ke dalam kategori pertama: Segera diberikan amanah untuk memiliki keturunan, dan memang tidak menundanya. Alhamdullillaaah. Segala jenis perasaan bercampur aduk. Seperti halnya membeli kucing untuk dipelihara, di satu sisi ada rasa senang yang dirasakan, di sisi lain tak sedikit biaya yang perlu dikeluarkan dan bertambah pula tanggung jawab yang diemban.

Awal SEMula

Pertama kalinya kabar gembira ini diketahui yaitu di pertengahan Mei. Saat itu Aini memang sudah telat haid beberapa hari (kalau tidak salah lebih dari 4 hari), dan kami memutuskan membeli test pack untuk menguji kebenarannya. Setelah dites pada pagi hari, karena konon urine terbaik untuk uji kehamilan adalah di pagi hari, hasilnya pun Alhamdulillah positif.

Demi mempertebal keyakinan, kami pun datang ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care (RSIA KMC) untuk melakukan check and re-check. Di RSIA KMC ini, Aini ditangani oleh Dr. Agung Witjaksono, SpOG. Dan benar saja, Aini memang telah dikaruniai jabang bayi yang akan dikandungnya selama 9 bulan ke depan terhitung mulai saat itu. Karena terakhir kalinya Aini mengalami haid adalah di tanggal 21 April, maka ditetapkan di tanggal tersebutlah awal perhitungan kehamilan.

Biaya MASA Kehamilan = Ujian Keikhlasan

Setelah mengalaminya secara langsung, saya menyadari satu hal: Bahwa membesarkan anak itu tidak semata-mata bermodalkan cinta belaka, namun membutuhkan tak sedikit biaya. Budgeting bulanan tak pelak harus selalu dilakukan, begitupun dengan pencatatan keuangan yang rapih dan terperinci agar memudahkan menentukan proyeksi bujet di bulan-bulan mendatang. Untuk keperluan pencatatan pengeluaran harian dan bulanan, kami membuat 1 sheet khusus bernama “Financial Book” di Google Drive yang dapat diakses melalui smartphone sehingga pencatatan dapat dilakukan setiap saat.

Semua ini saya lakukan bukan karena terlalu perhitungan, tetapi agar semua terdokumentasi rapih sehingga kita dapat memperkirakan berapa rata-rata pengeluaran bulanan, apa yang menjadi pengeluaran terbesar, apa yang menjadi pengeluaran tetap setiap bulannya, berapa rata-rata pengeluaran tak terduga yang biasa terjadi, apa yang harus ditekan pengeluarannya, dan sebagainya. Terdengar mudah, namun pada pengaplikasiannya butuh konsistensi dan kedisiplinan tinggi dalam mencatat setiap expenses tersebut, setiap hari.

Berdasarkan pencatatan yang dilakukan sampai tulisan ini published, total biaya yang saya sendiri keluarkan dari bulan Juni untuk kebutuhan ibu hamil kurang lebih mencapai IDR 7.425.800. Rinciannya:

#May

  1. Biaya rawat inap RSIA KMC: +- IDR 3.000.000

#Juni

  1. Susu ibu hamil Lactamil (3 pack): IDR 141.000
  2. Konsultasi dokter: IDR 350.000 – Discount 225.000 = IDR 125.000
  3. USG Transvaginal 2D: IDR 258.200
  4. Folavit 1000 MCG (30 tablet): IDR 75.000
  5. Duvadilan 20 mg (30 tablet): IDR 231.000
  6. Utrogestan 200 mg (28 tablet): IDR 691.600

#Juli

  1. Utrogestan 100 mg (3 tablet): IDR 35.200
  2. Investasi Reksadana Pasar Uang di IPOTFUND untuk kebutuhan persalinan (Maybank Dana Pasar Uang & Mega Asset Multicash): IDR 1.500.000
  3. Konsultasi dokter: IDR 350.000
  4. USG 2D: IDR 160.000
  5. CAL-95 (30 tablet): IDR 186.000
  6. Lactamil Pregnanis 400gr: IDR 67.500
  7. Promavit (30 tablet): IDR 79.000

#Agustus

  1. Konsultasi dokter: IDR 350.000
  2. USG 2D: IDR 160.000
  3. Mefinal (10 tablet): IDR 19.000
  4. Investasi Reksadana Pasar Uang di IPOTFUND untuk kebutuhan persalinan (Maybank Dana Pasar Uang): IDR 1.500.000

Itu pun masih diluar dari biaya makan, minum, biaya membeli buah-buahan saat ngidam buah tertentu, baju ibu hamil, dan lain-lainnya.

Hal-hal di atas semata-mata saya share agar para pasangan yang kelak menikah kurang lebih memiliki gambaran yang jelas tentang kisaran biaya yang perlu dikeluarkan setiap bulannya di masa kehamilan. Sebenarnya pengeluaran di atas bisa lebih ditekan jika tidak berkonsultasi di RSIA KMC, namun karena RS ini yang paling dekat dari tempat tinggal saat ini di Ragunan, dan juga karena ada kenalan ua yang bekerja di sini, jadilah sampai saat ini kami tetap datang ke sana hampir setiap bulan.

The Speechless Moment

Mengintip detak kehidupan di balik rahim merupakan pengalaman yang baru juga bagi saya dan Aini. Menegangkan dan menyenangkan di waktu yang sama. Seperti menyaksikan film-film bertemakan perjuangan demi merebut kebebasan, ada potensi hidup dan mati di dalamnya.

Di awal kehamilannya, Aini mengandung janin yang masih sangat lemah dan rentan mengalami keguguran. Setelah beberapa minggu pasca mengetahui perihal kehamilannya, Aini harus meringkuk di rumah sakit karena mengalami pendarahan/flek. Saya yang baru pertama kali berada di posisi tersebut cukup panik melihat pendarahan yang muncul. Kebetulan pada hari tersebut saya pun sedang sakit dan tidak masuk kerja sehingga Aini dapat sesegera mungkin dibawa ke KMC.

Aini diterima di UGD lalu diperiksa kondisi terakhirnya. Setelah pemeriksaan tersebut, dokter berkesimpulan bahwa Aini harus menjalani rawat inap setidaknya 2-3 hari ke depan. Di sana saya menghela nafas, selain mengkhawatirkan nasib kandungan Aini, di pikiran saya terbayang besarnya biaya rawat inap yang perlu digelontorkan.

Beruntungnya, masih ada orang-orang baik di sekitar kami yang mengulurkan bantuan mereka tanpa diminta dalam bentuk moril maupun materiil. Tak lain tak bukan adalah orangtua kami. Mereka membantu sebisa mereka sehingga biaya yang kami keluarkan tidak sebesar jika harus ditanggung seorang diri.

Semenjak itu, tidak terasa kandungan Aini terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Dari semula berada di dalam kondisi kritis, sampai akhirnya kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri janin itu berkembang hingga telah memiliki jantung, tulang punggung, tangan, kaki, dan juga kepala yang menuju sempurna. Itu terjadi saat kami melakukan USG pada 30 Juli 2016 yang lalu di usia kehamilan Aini yang menginjak 3 bulan lebih. Mata seolah tak percaya melihatnya. Melihat kehidupan yang sedang terjadi di dalam rahim, sedang berjuang hingga jalan keluar itu terbuka pada waktunya.

TASYAKUR BI NI’MAH

4 bulan pun berlalu dari tanggal pertama Aini didiagnosis mengalami kehamilan. Logikanya, pada tanggal 14 atau 21 Agustus 2016 yang lalu, kandungan Aini telah tumbuh selama kurang lebih 16 minggu.

Sesuai janji Allah SWT, pada usia kandungan 4 bulan lah ruh ditiupkan ke dalam janin yang sedang berkembang, bersamaan dengan ditulisnya nasib, peruntungan, serta masa depan dari Sang buah hati. Perasaan tegang, gugup, dan senang pun bercampur baur seperti adonan martabak manis yang siap dituangkan ke penggorengan.

Dalam rangka mengucap syukur kami pun menggelar acara Tasyakur Bi Ni’mah yang hanya mengundang keluarga besar dan beberapa teman dekat.

(Baca selengkapnya: Tasyakur 4 Bulan Kehamilan Aini)

MASIH ADA SEPARUH JALAN KEDUA

Kami sadar perjuangan ini masih berlanjut. Bahkan setelah kelahirannya nanti pun, perjuangan itu tidak serta merta berakhir. Kelahirannya justru menandakan babak baru perjuangan kami, yaitu membesarkan anak hingga mampu terbang dengan penuh keberanian menggunakan ‘sayap’ nya sendiri nanti di belantara kehidupan yang keras.

Untuk dasar itu, bermodalkan keyakinan, usaha, doa, dan kepasrahan pada Sang Pencipta, kami pun meneruskan perjalanan. Perjalanan menanjak yang berbatu, namun kami percaya di puncak sana terbentang pemandangan indah yang sejuk dan menyegarkan pikiran.

handry

#CalonPapah

Tags

, , , , , ,

RECORDED BY FUJIFILM X-10 // EDITED BY MOVIE MAKER AND SONY VEGAS PRO 13.0

 

Tidak terasa kehamilan istriku Aini sudah memasuki bulan ke-4. Di usia yang baru seperempat abad ini syukur Alhamdulillah saya sudah dikaruniai titel #CALONPAPAH bagi seorang anak yang Insya Allah akan menatap dunia kurang lebih 150 hari lagi.

Di saat banyak pasangan suami istri yang sudah mengarungi lautan rumah tangga selama puluhan tahun namun belum mendapatkan amanah untuk menimang buah hati, kami di sini tak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan sekaligus tanggung jawab besar untuk merawat Sang titipan Allah SWT. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.

Sejauh ini belum ada bayangan akan berjenis kelamin apa anakku nanti. Tapi yang pasti, kalau ia adalah laki-laki, akan saya ajak bermain bola dan sejenisnya, yang sangat manly, jikalau ia perempuan akan saya temani bermain masak-masakan ataupun boneka, yang sangat girly, karena orangtua yang asik itu yang ga jaim dan mau diajak bermain dengan anak sesuai dengan kodratnya.

Di weekend kemarin, saya sempat bermain bola dengan cucu dari Ibu Saonah dan Pak Darmoto, penjaga kosan Rose Living Ragunan tempat sekarang kami bertiga (termasuk yang sedang dikandung) tinggal untuk sementara. Di momen itu saya jadi ikut membayangkan serunya bermain dengan anak sendiri nanti. Keringat yang keluar setelah bermain bola itu berbeda dengan peluh keringat bercampur kepala yang terasa berat sepulang dari kantor setelah menerobos kemacetan 45 menit setiap hari, keringat ini terasa lebih menyegarkan pikiran dan memunculkan perasaan senang.

“Sampai bertemu 5 bulan lagi hai debay. Semangat selalu berjuang di dalam sana, sampai waktunya tiba untuk kau berjumpa cahaya dunia, dimana akan pecah suara tangis pertama, sembari adzan berkumandang di telinga.” – (Papah, Agustus 2016)

handry

Cerita di balik lagu ‘Ruang Yang Terakhir Kusinggahi’ (OST. A&H Wedding)

Tags

, , , , ,

Ending Video

Bagi saya pribadi, salah satu part yang paling memuaskan dalam momen pernikahan adalah membuat original soundtrack (OST) sendiri. Bahkan mendirect secara langsung pengerjaan video klip dari lagu tersebut.

Judulnya ‘Ruang Yang Terakhir Kusinggahi’. Lagu yang saya persembahkan tak hanya untuk Aini, namun bagi kehidupan kami berdua nantinya. Semacam doa yang tertuang pada lirik.

Secara musikalitas, tak dipungkiri lagu ini banyak terinfluence oleh Depapepe dan Noah. Depapepe untuk aransemen musik dan gitarnya, sementara Noah dari segi penulisan lirik dan tarikan vokal.

Jujur, notasi dari lagu ini sudah saya buat dari kelas 2 SMA. Saat itu saya sedang sangat-sangat menggandrungi Joe Satriani (sampai saat ini pun masih) yang tak lain adalah seorang gitaris instrumentalis tersohor di dunia.

Dan lagu ini saat itu masih dalam bentuk fingerstyle alias masih hanya berupa petikan gitar. Saya masih ingat, lagu ini saya beri nama ‘Clear Chamber‘, entah mengapa, tak ada arti spesial di balik judul tersebut. Namun, aransemennya belum seceria versi sekarang, dulu lebih slow dan galau.

Menjelang pernikahan yang digelar bulan April yang lalu, saya memang bernazar untuk membuat OST bagi momen yang Insya Allah sekali seumur hidup ini. Beberapa aransemen lagu coba saya buat tapi tak ada yang mengena.

Pada akhirnya saya teringat kalau saya punya 1 stok lagu yang kelihatannya cocok untuk dijadikan OST. Tak lain tak bukan adalah ‘Clear Chamber‘.Aransemen saya ubah menjadi lebih bright dan optimis, plus penambahan lirik.

Untuk departemen lirik sendiri, saya tidak ingin main-main. Saya termasuk yang sangat concern terhadap lirik sebuah lagu. Saya tidak suka lirik yang cheesy, murahan, dan menggunakan kata-kata yang basi, sudah sering digunakan di lagu-lagu lain, dan mudah ditebak. Ditambah lagi, saya ingin lirik tersebut termuat pesan terselubung di dalamnya.

Maka saya memutuskan agar setiap bait lirik yang saya tulis dimulai dari huruf-huruf yang membentuk nama kami berdua yaitu Aini Nurul Iman dan Handry M. Yudha. Dengan proses yang memakan waktu 1 bulan untuk menyempurnakannya, termasuk merekam lagu yang dibantu oleh teman saya yaitu Fabian Winandi di mini studio miliknya, maka jadilah lagu dan lirik bersejarah ini:

Intro 1
Verse 1:
(A) ngin yang membawa
(I) mpian serta harapan berdua
(N) amamu mengisi
(I) maji yang sepi

Verse 2:
(NU) ansa kehangatan senja
(R) intik hujan yang berbisik
(U) ngkapkan dalam diamnya
(L) uasnya cintaku

Reff 1:
(I) nilah ruang yang terakhir kusinggahi
(M) elewati terjalnya jalan pencarian yang telah kita lalui
(A) wan cerah yang kagumi cerita kita berdua, dan semestapun bernyanyi
(N) afas jiwaku, separuh tulang rusukku, kutemukan dalam senyummu

Intro 2

Verse 3:
(H) amparan hari di depan
(AND) alkan kepercayaan bersama
(R) iak-riak yang mungkin ada
(Y) akinkan kita takkan terpecah

(M) enguatkan janji sehidup semati

Reff 2:
(Y) ang diperjuangkan selama ini berlabuh di sini
(U) ntuk yang pertama dan terakhir ku harapkan
(D) ekaplah mimpi-mimpiku agar terwujud doamu yang bertaburkan cahaya
(HA) rmoni yang indah, bersuara bagai malaikat, iringi ikatan suci kita

(Solo gitar)

Reff 3:
(I) nilah ruang yang terakhir kusinggahi
(M) elewati terjalnya jalan pencarian yang telah kita lalui
(A) wan cerah yang kagumi cerita kita berdua dan semestapun bernyanyi
(N) afas jiwaku, separuh tulang rusukku, kutemukan dalam senyummu

Kutemukan dalam senyummu
Kutemukan dalam senyummu

Video klipnya sendiri direkam berbarengan dengan sesi foto pre-wedding oleh adik saya, Brilliant Trirahmanova. Sementara untuk editing tetap oleh saya sendiri karena otak saya yang paling mengerti alur dari VC nya. Total waktu yang dibutuhkan untuk merekam keseluruhan gambar di video ini hanyalah sekitar 5 jam, mulai dari jam 6 pagi hingga 11 siang.

Termasuk mepet dan sangat sempit waktu yang tersedia karena berbarengan dengan sesi foto, dan juga lamanya jarak dan waktu tempuh dari bagian depan Tahura Bandung untuk tiba di penangkaran rusa yang berada jauh di dalamnya.

Hal ini berakibat tidak terlalu banyak footage dan sudut pengambilan gambar yang berhasil direkam. Namun, saya mencoba memaksimalkan waktu yang ada dan angle-angle yang berhasil diambil. Dan hasilnya seperti yang terlihat pada video di atas. Cukup memuaskan

Dari segala jerih payah ini, saya merasa bahwa yang terpenting adalah ada bukti dan cerita yang dapat dibagi kepada anak-anak saya kelak bahwa orangtua mereka memiliki kenangan indah di masa lalu dengan harapan mereka pun akan terinspirasi dan tumbuh menjadi anak-anak yang penyayang dan kreatif.

Many thanks to:

  • Depapepe & Noah – Influencer
  • Joe Satriani – Influencer
  • Aini Nurul Iman – Inspirator & lover
  • Orang tua – Supporter
  • Fabian Winandi – Executive Producer, Sound Engineer
  • Brilliant Trirahma Nova – Videographer
  • Nes Photo’s Crew – Supporter
  • Isma Wulandari – Make Up Artist
  • Penjaga kandang rusa Taman Hutan Raya Djuanda
  • Adik kakak – Supporter

Baca juga: [Behind the Scene] A&H Wedding – Akad Nikah

Handry

 

 

 

[Re-Design Curriculum Vitae] August 2016

Tags

, , , , ,

CV Handry August 2016

Design by Handry Martha Yudha (2016)

Terkadang rasa bosan datang ketika melihat desain Curriculum Vitae sendiri yang tidak banyak berubah.

Jadi mumpung sedang ada waktu di akhir pekan ini tidak ada salahnya merampungkan projek re-design CV ini.

Re-design ini sudah dimulai dari satu bulan yang lalu, namun mangkrak karena kesibukan bekerja setiap hari.

Berangkat pukul 7 dan seringnya baru tiba di rumah menjelang jam 8 malam ke atas. Setibanya, tidak ada waktu lagi di depan laptop karena seharian mata sudah lelah memandang layar menyala. Lagipula ada istri yang cukup lama menanti kepulangan saya, sehingga waktu beristirahat di rumah semaksimal mungkin dihabiskan bersamanya.

And, that’s it, akhirnya projek ini selesai juga!

Overall, saya puas dengan desain saya kali ini. Jika dibandingkan dengan desain CV sebelumnya, versi terbarunya terlihat lebih mature dan padat.

Curriculum Vitae Handry

The previous version of my CV

Di versi lamanya, saya merasa banyak space kosong menganga yang membuat kombinasi posisinya agak kurang seimbang. Lalu terlalu banyak tulisan dengan ukuran kecil plus positioning yang cukup membingungkan menjadi nilai minus khusunya di mata saya saat ini.

Akhirnya saya memutuskan mengubah desain, dengan pertama-tama memutar angle dari yang awalnya landscape, menjadi portrait. Hal ini dimaksudkan agar orang mampu memahami bagaimana alur bacanya walau secara sekilas.

Saya memberikan penekanan di awal dengan menuliskan ‘Marketing and Branding Enthusiast’ sebagai imej utama, karena saya memiliki latar belakang pendidikan di dunia marketing dan memang menyukainya, khususnya branding dan digital marketing.

Sisanya tidak ada perbedaan, hanya perubahan dari sisi desain saja yang jauh lebih sederhana tapi tak melupakan estetika.

Satu yang baru adalah poin ‘Other Skills‘.

Di sini saya memvisualisasikan sejauh apa tiap skill lain yang saya kuasai dengan ikon parameter. Hal ini terinspirasi di saat saya bermain The Sims.

Ada yang menarik, mengapa dengan latar belakang Marketing namun saat ini saya bekerja di posisi Export & Import?

Well, kalian tahu bahwa Marketing memiliki jam waktu yang sangat fleksibel. Saking fleksibelnya, weekend pun tak jarang harus tetap menjalankan amanat dari perusahaan.

Hal tersebut yang saya alami di awal karir bersama Instax.

Berhubung istri langsung diberikan rezeki untuk hamil, maka dengan working load yang menurut saya cukup fantastis tersebut (pulang jam 2 malam pernah, menginap di dekat lokasi event pun juga pernah), dan dengan beberapa alasan lain yang tak dapat disebutkan, re-positioning pun jadi jalan keluar (sementara).

Kebetulan divisi import perusahaan sedang membutuhkan tenaga, sehingga ketika ditawari untuk mengisi posisi tersebut tanpa terlalu lama berpikir langsung saya terima. Setidaknya hingga beberapa waktu ke depan pikir saya.

Karena sejatinya, saya lebih menyukai posisi saya sebelumnya, yang lebih dinamis dan menuntut otak berfikir kreatif, walaupun dengan resiko jam kerja yang sangat ‘karet’, dalam artian lembur jadi santapan yang mengenyangkan hampir setiap hari.

Namun, menikmati dan mensyukuri apa yang saat ini dimiliki adalah keharusan. Di posisi Export Import saat ini saya banyak belajar hal dan istilah baru. Jam kerjanya lebih teratur, pressure tidak terlalu terasa sehingga lemburpun dapat lebih dinikmati.

Mungkin di beberapa postingan berikutnya akan saya tuliskan apa saja yang saya dapatkan dan pelajari tersebut, besera pengalaman-pengalaman menariknya.

Di beberapa waktu luang, saya tetap mempelajari dan mengikuti perkembangan seputar dunia marketing di era digital ini.

Saya akhir-akhir ini sedang senang memperdalam teknik SEO sebuah website dengan langsung menceburkan diri ke dalamnya, yaitu dengan membuat web-blog bernama inspirastory.id.

Terinspirasi dari kesuksesan para blogger yang dapat meraup uang dari Google lah yang akhirnya mendorong saya untuk membeli domain dan hosting berbayar, karena saya baru menyadari tanpa hosting berbayar maka suatu blog tidak dapat masuk ke Google AdSense. Blog ini sendiri masih memakai embel-embel wordpress.com sehinga tidak dapat di-monetize.

Inspirastory.id sendiri adalah pilot project bagi saya dalam usaha menembus kualifikasi dan standar yang ditetapkan AdSense. Kita lihat beberapa bulan ke depan bagaimana perkembangannya, karena saat ini saya masih berfokus dalam mendevelop konten dan tahap awal dari promosi.

That’s all.

Handry

[Behind the Scene] A&H Wedding – Akad Nikah

Tags

, , , , , , , , , , ,

Ketika menjabat tangan ayah mertua, menjadi momen yang paling monumental dalam kehidupan ini, karena di sana tertuang janji, terucap kalimat yang singkat namun bermakna dalam. Pada akhirnya, terbukalah gerbang, gerbang yang mengantarkanku ke medan juang. Memperjuangkan kehidupan.

Jum’at – 8 April 2016

Hari itu, jika diingat kembali, adalah hari yang sangat panjang. Sedari shubuh saya tidak lepas untuk menarik nafas panjang, memupuk mental agar siap untuk berucap, mengalirkan kalimat berawalan “Saya terima…” yang telah kulatih berulang kali, entah itu di kamar tidur maupun di kamar mandi sambil mengguyurkan gayung berisikan air dingin yang menyegarkan.

Lantunan pengajian yang mengawali prosesi hari ini berlangsung dengan fokus yang tinggi, namun berhasil dicairkan oleh wejangan yang disertai guyon dari Ustadz Azis. “Pernikahan itu seperti pantai. Nampak indah kala kita berada di tepian, namun ketika mulai melaut akan mulai terasa bergoyang oleh ombak, di sanalah semuanya akan dimulai untuk mencapai tujuan.” begitu kira-kira kalimat yang paling kuingat, padat mengena, matapun mulai berkaca-kaca.

Butiran air mata tak tertahan lagi dan mengalir saat prosesi sungkeman. Prosesi yang paling menguras emosi dan memaksa pikiran mundur melintasi waktu, kembali ke masa dimana dosa-dosa begitu banyak tercurah, membebani orang tua dengan bermacam perilaku. 25 tahun berlalu semenjak tangisan pertama di dunia, tepatnya di Rumah Sakit Limijati, pada hari ini saya kembali menangis, memohon doa restu dari mereka yang telah memperjuangkan kehidupan dan nyawa anaknya, berkorban banyak hal, menguras keringat hanya demi menyambung umur Sang buah hati dari waktu ke waktu, dengan tanpa lelah mereka berjuang, dalam lelahnya mereka masih dapat tersenyum, mengajarkan anaknya banyak hal mulai dari ilmu agama, pendidikan tata krama, dan bekal ilmu menghadapi dunia. Hari ini, saya pamit untuk berjuang, memperjuangkan kehidupan dan nyawa berikutnya.

IMG_9555.JPG

photo by: @brillianttb

IMG_9587.JPG

photo by: @brillianttb

 Sesaat setelah sungkem berakhir, telah menanti prosesi siraman untuk dilaksanakan. Menurut adat Jawa, mempelai akan disiram menggunakan air yang telah dikumpulkan dari 7 mata air yang berbeda-beda, yang tentunya salah satunya berasal dari air di rumah Aini. Bergantian orang tua, eyang, dan beberapa perwakilan keluarga mengguyuri sekujur badan saya sambil mengucapkan doa-doa positif yang dengan mudahnya kuamini.

Di waktu yang bersamaan, dikediamannya, keluarga Aini melaksanakan pengajian, siraman, dan sungkeman dengan mengedepankan adat Sunda sesuai latar belakang mereka yang asli Sukabumi. Aini terlihat sangat bersinar dengan berbalut pakaian syar’i berwarna biru. Keseluruhan rangkaian acara berlangsung dengan khidimat, haru, sekaligus ceria. Mulai dari pengajian, siraman, sungkeman, dan sawer hadiah. Air siraman yang digunakan di rumah Aini langsung diberangkatkan ke rumah orangtua ku sebagai salah satu dari 7 sumber mata air. yang digunakan saat prosesi siraman

12

13

IMG_8625IMG_90958

Selepas shalat Jum’at dan beristirahat sejenak, rombongan siap melangkah ke Jalan Squash untuk mengantarkanku menjalani prosesi utama: Ijab Qabul. Selama perjalanan di dalam mobil, Mamah selalu mencoba memberi kekuatan dan dorongan semangat, dan mengingatkan agar tetap tenang. Hal tersebut pun menjadi kekuatan tersendiri yang membuat saya jauh lebih siap. Tepat pukul 16.00 WIB, kami semua telah tiba di Jl. Squash lalu disambut hangat oleh para kru EO Wildan & Friends dan langsung mempertemukan kami dengan kedua orang tua Aini yang telah menanti di depan pagar rumah. Sambil mengucapkan salam kepada keduanya, Mamah Ida, yang kala itu masih kupanggil dengan ‘Tante’, mengalungkan rangkaian bunga ke leher saya. Tak menanti lama, Ivan Belva selaku MC mempersilahkan kami semua untuk masuk ke dalam rumah bersama kedua orang tua beserta ua, om, tante, dan beberapa sanak saudara yang membawakan hantaran. Saya duduk di antara ayah dan mamah, memandang lurus ke arah keluarga besar Aini yang telah duduk manis menanti di hadapan saya. Sementara Aini tak nampak terlihat karena masih disembunyikan di dalam kamar dan tak akan mendampingi saya di saat Ijab Qobul.

Acara pun dibuka oleh sambutan dari perwakilan kedua belah pihak keluarga yang meningkatkan kecepatan denyut jantung karena seusainya saya pun dipersilahkan untuk duduk di kursi di mana saya akan menghadapi semuanya seorang diri dan hanya akan dikelilingi oleh qori, pembaca saritilawah, perwakilan KUA, pemberi dakwah, ayah Aini, dan tentunya orang-orang yang hadir di sana. Saya melangkah dan duduk dengan mantap sambil membaca doa dalam hati.

“Robbisrohli sodri, wa yassirli amri, wah lul uqdatan min lisani, yafqohu qouli..”

IMG_9335IMG_9184

IMG_9404

DSCF2710

DSCF2729

photo by: @nesnumoto

Sampai di tahap ini, saya masih sempat tidak percaya bahwa semua ini nyata. Waktu berlalu tak kenal lelah. Sepertinya baru kemarin saya meneriakkan tangisan pertama di dunia tepatnya di RS Limijati, berada di Playgroup Tadikapuri dan menangis tak mau naik panggung karena diikutsertakan mamah acara fashion show baju adat, ikut menari tarian dingding ba dingding di acara TK BPI, mengompol di celana saat TK karena tidak bisa membuka resleting sendiri, mendapat juara 1 mewarnai se- Bandung Raya di Taman Lalu Lintas, mendapat nilai 0 pada PR perkalian di kelas 2 SD, berantem dengan teman karena melempar dompetnya sehingga nyangkut di genteng sekolah saat kelas 3 SD, mengikuti aubade di balaikota saat kelas 5 SD, mengerjakan Ebtanas di ruang panitia karena bintitan, mulai mencintai musik dan belajar bermain gitar di kelas 2 SMP karena efek booming nya lagu Peterpan “Mimpi Yang Sempurna”, memberanikan diri main band bersama band yang hanya bisa memainkan 1 lagu: “The Mandorz” dengan lagu andalannya ‘Smoke on The Water’ (lagu yang tak lazim dimainkan anak seusia putih biru), lolos audisi band untuk tampil di Sabuga pada acara wisuda SMP (tentunya dengan The Mandorz dan membawakan lagu andalan), merasakan indahnya putih-abu SMA dan memiliki pacar pertama yang sekaligus jadi mantan pertama, gemar cabut dari sekolah untuk futsal saat guru tidak masuk mengajar di kelas 2 SMA, tampil di berbagai acara musik bersama Musik Klasik 3, bertemu dengan teman-teman yang luar biasa yang Insya Allah silaturahmi nya bertahan sampai tua, perjuangan belajar di kelas 3 SMA untuk lulus UN dan USM ITB dan sebagainya, diterima di Teknik Industri Unpar pada 2008 namun hiatus dan memutuskan berhenti di semester 2 untuk fokus belajar demi mengejar masuk ke ITB di tahun 2009, diterima di SBM ITB pada Agustus 2009, untuk pertama kalinya berkenalan dengan Aini di English First Banda namun tak ada kontak lanjutan setelah masa belajar 3 bulan berakhir, lulus S1 dengan segala ceritanya di 2013, diterima S2 di Agustus 2013, kembali menjalin kontak dengan Aini di akhir Desember 2013 (Thanks to Facebook and Line), internship di Fujifilm di bulan April 2015, mengumpulkan pundi pundi demi untuk membeli cincin dan melamar Aini secara private di Le Bridge Ancol di Juli 2015, melamar Aini dengan langsung datang ke orangtua nya di September 2015, lulus S2 di February 2016, hingga akhirnya: hari ini pun tiba.

17

DSCF2969“Saya terima nikah dan kawinnya Aini Nurul Iman binti Tedi Romyadi dengan maskawin seberat 11,3 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.”

Kalimat tersebut Alhamdulillah mengalir dengan lancar dari indera pengucapku dalam 1x kesempatan disusul dengan ucapan “Sah”. Beban yang sebelumnya dipikul oleh ayah mertua pun telah berpindah berada di pundakku, dapat dikatakan usai sudah kewajiban seorang ayah dalam merawat dan membesarkan anak putri satu-satunya, kini semua menjadi tanggung jawabku sebagai suami.

Aini pun dipersilahkan keluar dari kamar, dan menatap seseorang yang telah menjadi suami sahnya untuk pertama kalinya. Kudaratkan kecupan sayang di keningnya pertanda bahwa label halal sudah tersemat di antara kami berdua.
1819Acara mencapai puncaknya di acara sungkeman kepada kedua orang tua. Kami semua bergantian berpelukan, mengutarakan apa yang ingin diutarakan, mengucapkan apa yang belum sempat terucap selama ini. Saat berpelukan dengan ayah mertua, saya mendapatkan amanah “Titip anak ayah ya, marahi dia kalau tidak sholat..”. Singkat namun bermakna dalam. Bulu kudukku merinding saat mendengar kalimat tersebut dibisikkan di telinga kanan, seakan ada pesan yang ditancapkan ke dalam otak agar tidak pernah terlupakan.

20

21

Kebahagiaan dan kehangatan menyelimuti ruangan. Hari ini semesta, langit, dan seisinya menjadi saksi berlabuhnya cinta dua hamba Allah SWT kepada pilihan terbaiknya. Pilihan yang dibuat diatas pemikiran yang matang dan melalui proses yang tidak gampang. Di Ramadhan 1436 H, sebelum saya memutuskan bersilaturahmi ke rumah Aini untuk mengutarakan keinginan meminangnya saya telah lebih dahulu melaksanakan istikharah untuk mengambil keputusan besar ini. Entah benar atau tidak, setelah sholat saya bermimpi. Dalam mimpi tersebut saya berada di Jl. Squash dan sedang dalam perjalanan menuju gerbang rumah Aini. Namun seketika muncul ombak besar seperti tsunami yang menyapu saya menjauh dari rumahnya. Berkali-kali saya mencoba mendekat, saya kembali tersapu oleh gelombang ganas tersebut. Namun pada akhirnya, entah bagaimana caranya, saya tiba-tiba berhasil masuk dan berada di dalam rumah Aini. Seperti ada kekuatan yang menolong saya untuk menerobos masuk. Saya mengartikan mimpi tersebut sebagai sebuah tantangan kehidupan. Pertanda akan ada banyak ujian yang datang dalam pilihan ini, namun dengan kegigihan dan tanpa putus asa, Insya Allah tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Saya pun mantap dengan pilihan saya, tak ada jalan mundur lagi, inilah saat yang tepat untuk menjauhkan diri dari dosa yang lebih besar lagi andai saya tidak memilih jalan ini.

Di penghujung hari, ramah tamah pun menjadi penutup yang indah bagi keseluruhan acara yang melelahkan, menguras emosi, namun sangat mendebarkan dan membahagiakan. Kami menyalami dan berfoto bersama dengan seluruh orang yang telah meluangkan waktu untuk datang, dan setelahnya beristirahat menyimpan dan memulihkan tenaga untuk menghadapi hari resepsi keesokan harinya, yang pastinya membutuhkan stamina prima untuk menjalaninya.

Kami terlelap, memejamkan mata, dalam rasa syukur yang erat dan dalam.

Bersambung ke: [Behind the scene] A&H Wedding – Resepsi (dalam proses tulis)

Handry

Mengulik Facebook Ads (Study Case: #RayakanNamamu Campaign by Coca Cola)

Tags

, , , ,

Sebagai seorang lulusan dengan latar belakang keilmuan ilmu Marketing, seperti sudah menjadi keharusan untuk terus menggali dan update terhadap perkembangan teknologi terkini terutama yang berhubungan dengan dunia pemasaran. Saat ini tren global sedang mulai bergeser ke arah online. Semua menjadi serba online.

Boomingnya situs e-commerce semacam Tokopedia, Bukalapak.com, Elevenia, OLX, Lazada, Matahari Mall, dan kemunculan aplikasi berbasis online seperti Go-Jek dan Grab (Re-branding dari GrabTaxi yang telah mencakup Taxi, Bike, dan GrabExpress) yang disusul dengan merajalalelanya aplikasi sejenis pada diri Lady Jek, Blu Jek, Taksi Jeger, tak menutup kemungkinan akan adanya Ru-Jek (aplikasi pemesanan online khusus untuk beli Rujak. Siapa tahu) menguatkan statement bahwa behavior orang mulai beralih untuk mencari layanan yang menghemat waktu, terjangkau, dan mudah diakses.

Di balik semua itu, ada satu marketing tools yang digunakan oleh (hampir) seluruh brand yang saya sebutkan sebelumnya. Ya, tak lain adalah Facebook Ads by Facebook. Sebagai salah satu social media dengan users terbanyak di dunia (kurang lebih 1.59 miliar pengguna per February 2016 menurut techno.id), bahkan telah memiliki tak kurang dari 5.949.740 pengguna di Indonesia berdasarkan CheckFacebook.com dan merupakan negara dengan pengguna Facebook terbesar kedua di benua Asia setelah Turki. Maka tak heran seluruh merek yang telah memutuskan untuk go online, demi mempertahankan dan memperkuat eksistensinya, pada akhirnya mempergunakan layanan Facebook Ads ini untuk mendapatkan atensi, meningkatkan kesadaran merek, meningkatkan penjualan, dan tentunya target akhirnya adalah meningkatkan revenue dan profit perusahaan.

Jadi apa sebenarnya Facebook Ads?

Facebook Ads adalah layanan iklan berbayar yang dapat dipergunakan oleh setiap pengguna Facebook pada Facebook Page yang mereka miliki (Baik itu local business, local place, perusahaan, institusi, organisasi, brand/produk, public figure, entertainment, ataupun komunitas). Iklan dapat muncul di bagian News Feed (biasanya bertuliskan ‘Suggested Post’ atau ‘Sponsored’), atau muncul di kolom sebelah kanan apabila kita membuka Facebook melalui komputer, bertuliskan ‘Suggested Pages’, ‘Suggested Groups’, ‘Sponsored’ dsb.). Jika konten iklan menarik dan menyasar target pasar yang tepat tak jarang promosi tersebut dapat tersebar secara viral dikarenakan jika seseorang menakan tombol ‘likes’ maka hal yang ia sukai tersebut akan muncul pada laman news feed nya dan dapat dibaca oleh seluruh teman yang dimiliki.

Contoh terbarunya adalah video campaign Coca Cola Indonesia mengenai verbal bullying dengan tagar #RayakanNamamu yang diunggah pada tanggal 13 January 2016 yang lalu ini berhasil ditonton tak kurang dari 6.4 juta orang hingga hari ini dan mendapatkan likes tak kurang dari 159.725 orang. Tujuan akhir dari ads ini menurut saya sebenarnya adalah agar orang terpengaruh untuk membeli Coca-Cola dengan nama mereka sendiri yang dapat dibuat secara custom di beberapa tempat.

Anggap saja conversion rate dari iklan ini adalah 3%* dari total yang menonton video alias 3% x 6.400.000 = 192.000 orang kemungkinan akan terpengaruh untuk membeli coca cola dengan custom packaging bertuliskan nama mereka masing-masing (Terutama orang yang memiliki nama unik dan diluar 70 nama khas Indonesia yang sudah pernah dibuat oleh Coca Cola sebelumnya).

* Rata-rata conversion rate berada di kisaran 3 – 5% untuk standar saat ini (Berdasarkan buku tulisan Louis E. Boone & David L. Kurtz berjudul Contemporary Business – Pengantar Bisnis Kontemporer 1 ed.11 hal 364)

Berdasarkan https://shareacoke.coca-cola.co.id/event/detail/mau-kaleng-dengan-namamu, syarat untuk dapat mencetak nama kita di kaleng Coca Cola adalah:

  • Kalo kamu berada di hypermarket, cukup dengan beli 1 kemasan COCA-COLA 250ml isi 6 dan 3 MINUTE MAID PULPY FRUIT BITE untuk bisa mencetak nama di 3 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

  • Atau kalo kamu berada di supermarket, cukup beli 2 kaleng COCA-COLA 250ml dan 2 MINUTE MAID PULPY FRUIT BITE untuk bisa mencetak nama di 1 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

  • Nah, buat teman-teman mahasiswa, beli aja 1 COCA-COLA botol plastik ukuran 250ml/425ml atau 1 kaleng COCA-COLA ukuran 250ml di kampus, dan 1 kaleng COCA-COLA ukuran 250ml di booth #ShareACokeID, kamu bisa mencetak nama di 1 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

Itu berarti, dengan asumsi 192.000 orang tersebut semuanya adalah mahasiswa, dan harga 1 kaleng Coca Cola 250 ml adalah Rp.5000, oleh karena mahasiswa harus membeli 2 kaleng, maka pengeluaran mereka adalah Rp.10.000, maka total minimum potential revenue nya adalah 10.000 x 192.000 = Rp. 1.920.000.000 (Satu milyar sembilan ratus dua puluh juta rupiah). Itu baru angka minimum, belum menghitung berapa orang yang membeli di supermarket atau hypermarket. Angka yang cukup mencengangkan untuk sebuah video yang nampak simpel, walaupun saya belum didukung data valid mengenai berapa pemasukan sebenarnya yang telah didapat Coca Cola untuk produk custom packaging mereka semenjak video ini naik tayang.

Pertanyaannya: Untuk bisa menjangkau 6.4 juta orang menonton video ini, berapa biaya investasi yang harus dikeluarkan oleh Coca Cola untuk Facebook Ads?

  COKESaya mencoba menganalisis berapa biaya investasi Coca Cola untuk campaign ini dengan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Well, dengan modal followers Facebook Page mereka yang telah mencapai lebih dari 96 juta per 6 February 2016 ini sepertinya bukan hal yang sulit jika postingan mereka ditonton oleh 6.4 juta orang bahkan lebih. Namun, ternyata banyaknya followers tak selamanya menjamin bahwa tiap postingan kita akan selalu engaged dengan customers. Sebagai contoh, ada 1 video lagi dari Coca Cola yang diunggah pada tanggal 29 January dan hanya ditonton 952 kali serta mendapatkan 108 likes. Oleh karena itu, saya mengambil kesimpulan, untuk campaign #RayakanNamamu tersebut Coca Cola menggunakan Facebook Ads untuk mendongkrak jumlah viewers dengan harapan mendongkrak kemungkinan orang yang membeli produk Coca Cola custom packaging

Cokee

2. Karena video #RayakanNamamu mendapat likes sebanyak kurang lebih 160.000 orang, yang dimana kita anggap 160.000 orang tersebut merupakan hasil conversion rate 3% dari total orang yang melihat iklan ini, maka iklan ini setidaknya harus sampai ke 5.333.333 orang agar dapat dilikes oleh 160.000. Dengan asumsi tiap orang memiliki 500 teman, maka iklan ini berpotensi viral ke 160.000 x 500 = 80.000.000 orang. Maka ada sekitar +- 8% dari 80 juta yang menonton iklan ini alias 6.400.000 orang.

3. Saya estimasi Coca Cola berfokus di kota besar seperti Jakarta, dan Bandung, dan berfokus di usia 20-40 tahun dengan gender pria dan wanita. Maka Potential Reach nya ada di angka 7.500.000 orang.

COK

4. Apabila diandaikan Coca Cola menganggarkan daily budget* sebesar Rp. 10.000.000, maka estimated daily reach nya adalah sebesar 120.000 – 310.000 orang per hari. Agar iklan sampai ke 5.333.333 orang, maka hari yang harus dihabiskan adalah 5.333.333 : 310.000 = +-17 hari dengan total pengeluaran sebesar Rp. 169,996,412 ~  Rp. 170.000.000

* Semakin besar daily budget, semakin besar estimated daily reach dari iklan yang akan dipromote. Minimum daily budget adalah Rp. 10.000 per hari.

Ads

Dengan kata lain potensi income dari ads ini adalah 1.920.000.000 – 170.000.000 = Rp. 1.750.000.000. Tentu biaya iklan 170 juta menjadi terasa tidak besar melihat potensi pemasukan bagi perusahaan yang jauh lebih besar.

Dan yang terpenting, menggunakan sistem inilah Zuckerberg mengumpulkan pundi pundi kekayaan yang di 2015, menurut majalah Forbes, sudah mencapai kekayaan bersih 35,7 miliar USD (setara lebih dari Rp. 500 triliun), selain tentunya dari saham, pemasukan Instagram Ads, serta adanya kemungkinan basis data pengguna WhatsApp akan ‘dijual’ ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Disclaimer: Hal-hal yang saya tulis di atas hanyalah sebuah analisa dan bukan merupakan suatu gambaran sebenarnya dari apa yang dilakukan dan diperoleh oleh Coca-Cola.

Pengumuman Pemenang Sayembara Kuesioner Fotografi

Tags

, , , ,

Proses paling melelahkan dan bikin was-was dari pengerjaan riset atau thesis itu ya disini, menyebarkan kuesioner dan mencapai minimum responden. Alhamdulillah, berkat bantuan semua, minimum responden yang saya butuhkan telah berhasil terkumpul selama hampir 1 bulan mulai dari tanggal 13 Oktober 2015 yang lalu. Tercatat ada 13 orang yang menyebarkan link kuesioner saya dan mengirimkan bukti screenshot nya ke email saya (hmyudha@gmail.com). Demi transparansi, berikut adalah list dari kontributor yang ikut berpartisipasi dalam menyebarkan link kuesioner thesis saya ke chatting group yang mereka miliki:

Nama

Jumlah Grup Yang diposting

Unik Widya

4

Yuliana Zahra Boru Lubis

5

Vanessa Catalina

12

Arie Irawan

1

Brilliant Trirahma Nova

12
Wirania Swasty

6

Aulia Nisfullaili

35

Rheza Pradipta

10

Hasrina Dwi Puspasari

5

Adhityo Dwi Putra

3

Grandy William Kinsey

27
Yaris Adrianto

2

Arta Surya Dwi Putra

6

Total

128

Dan sesuai ketentuan yang telah saya buat di awal (http://bit.ly/1L7g2zm), pemenangnya adalah orang yang menyebarkan link kuesioner ke chatting group dengan jumlah terbanyak. Dalam hal ini, pemenang yang berhak mendapatkan 1 set Power Bank VIVAN 10000 mAh ori (sudah kompatibel untuk berbagai jenis smartphone, iPad, Galaxy Tab/ujung charger dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan, including warranty card) + 1 set Wireless Mouse Logitech m165 ori adalah Aulia Nisfullaili dari SBM ITB (dengan no HP 0857081xx246) yang menyebarkan ke 35 grup yang ia miliki. Selamat! J

Untuk yang belum berhasil memenangkan hadiah, saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya dalam melancarkan pengerjaan thesis saya. Semoga semua kebaikan kalian diganti oleh pahala dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Aamiin YRA.

1

Bukti e-mail Aulia Nisfullaili

Thanks a lot all!

@handrymar