Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Masih hangat terlintas dalam ingatan bagaimana sebuah berita tentang gulung tikarnya perusahaan jual beli CD musik, Disc Tarra. Kebangkrutannya menandai era baru, era digital, dimana penjualan fisik tak lagi menjadi santapan utama kebanyakan penikmat musik, setidaknya seperti itu kondisi industri tanah air saat ini.
Tak hanya perusahaan jual beli CD yang kebakaran jenggot, para label dan artis pun harus mulai beradaptasi dan menyusun strategi yang tepat sesuai dengan kondisi terkini.

Tak pelak, media sosial menjadi alternatif paling mutakhir yang sangat perlu diperhitungkan dan dimasukkan dalam strategi promosi.

Youtube dan Musisi

Di luar negeri, tren Youtube telah lebih dahulu meledak. Justin Bieber dan PSY adalah contoh paling mudahnya.

Sementara di dalam negeri, tren Youtube semakin meningkat dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut merupakan efek domino dari konsistensi juga gencarnya Youtubers Indonesia ‘senior’ semacam Raditya Dika, SkinnyIndonesian24 (Andovi dan Jovial Da Lopez), Reza Arap Oktovian, Bayu Skak, Chandra Liow, Cameo Project, Edho Zell, dan masih banyak lainnya, dalam membuat berbagai macam konten menarik yang menumbuhkan gairah para content creator pemula untuk berkarya.

Tak terkecuali para musisi tanah air yang sebelumnya belum memaksimalkan marketing channel ini.

Yang paling gres tentunya adalah pencapaian Virgoun Tambunan dengan single solo nya “Surat Cinta Untuk Starla” yang mampu menembus 100 juta viewers! Diikuti dengan ex vokalis Drive, Anji Manji, dengan single “Dia” yang menjadi viral dimana-mana, ditonton tak kurang dari 86 juta viewers, diganjar platinum, hingga secara resmi digunakan oleh Google sebagai anthem salah satu campaign teranyar mereka ‘Google Selalu Tahu Musik’. Pencapaian tersebut diikuti pula oleh Armada dengan lagu ‘Asal Kau Bahagia’ dengan raihan 87 juta viewers hingga tulisan ini tayang.

Statistik diatas berbicara bahwa para musisi sudah dapat dikatakan wajib dalam memproduksi konten musik mereka dan berpromosi via Youtube. Mengapa?

Mengapa Harus Youtube?

Dari beberapa komen para musisi yang sempat saya baca, ada beberapa alasan yang dapat digarisbawahi tentang mengapa Youtube menjadi sangat penginv bagi mereka saat ini, ini dia diantaranya:

a. Indikator baik buruknya suatu lagu. Lagu dengan jumlah view serta likes yang banyak, serta banyak dibawakan oleh para cover musician, dapat menjadi suatu indikator bahwa lagu tersebut diterima dengan baik di masyarakat. 

Tingginya kedua hal tersebut pun dapat mengubah mindset seseorang terhadap lagu, hal tersebut sempat dikatakan Virgoun, bahwa di awal kemunculannya “Surat Cinta Untuk Starla” dianggap standar dan biasa saja, namun seketika berubah dianggap sangat bagus ketika mencapai jumlah view serta likes yang tak diduga-duga.

b. Promosi yang relatif murah namun berpotensi memberikan imbal balik yang besar jika sukses. Imbal balik di sini dapat berupa tawaran manggung, endorsement, kontrak iklan, penjualan RBT, penjualan lagu via aplikasi download legal semacam iTunes, Joox, Spotify, MelOn, dll., juga tentu penghasilan dari adsense.

c. Kolom komentar dapat menjadi masukan berharga. Di dunia maya, orang lebih merasa bebas dalam berkomentar, sehingga komentar yang dilontarkan biasanya memang jujur dan ditulis dari hati. Masukan serta komen negatif yang muncul tentunya harus dapat disingkapi dengan positif sebagai evaluasi untuk strategi ke depannya.

d. Dapat diakses 24 jam. Sekali sebuah video diupload ke Youtube, maka video tersebut dapat diakses selama 24 jam nom stop. Hal ini yang tak dapat dilakukan oleh stasiun televisi yang hanya menayangkan video klip pada acara tertentu. Tentunya berpromosi di Youtube lebih efektif karena tak ada lagi batasan jam untuk menikmati video klip serta lagunya (Kecuali, kalau paket data habis. Ya iya)

Setelah kesuksesan fenomenal Virgoun, Anji, dan Armada, siapa lagi yang akan menjadi perbincangan hangat berikutnya? 

Saya berdoa, semoga NOAH berikutnya, mampu mengulang kembali keberhasilan yang wah dari “Separuh Aku”.

Advertisements