Tags

, , , , , , , , ,

Beberapa bulan kebelakang, saya sedang dilanda keranjingan dalam menonton Youtube. Saya bisa katakan ini sebagai Chandra Liow’s effect or maybe, Tim2One’s effect. Why? Karena sebelum-sebelumnya, saya hanya membuka Youtube untuk melihat highlight dari gol-gol pertandingan sepakbola dan mencari beberapa informasi. Ya hanya itu. Namun, kehadiran Chandra membuka mindset bahwa Youtube adalah sebuah platform personal branding yang ampuh jika serius digeluti.

Dalam channel nya, Chandra pada awalnya dikenal sebagai content creator yang gemar membuat video komedi sketsa bersama teman kuliahnya dan teman di komunitas Indovidgram (yang tak lain kebanyakan adalah teman-teman kuliahnya juga di Universitas Multimedia Nusantara alias UMN).

Salah satu signature utama dari Chandra adalah konsistensinya dalam memproduksi video dengan editing dan visual yang berkualitas. Tak peduli itu hanya video tentang bloopers nya dalam proses shooting, ia tetap menggarapnya dengan serius dan profesional.

A. Apa hasil dari Chandra Liow’s Effect?

Berkaca dari hal tersebut, saya yang dari dulu sudah memiliki akun di Youtube namun hanya sekedar pasif sebagai pemirsa, mencoba mengisinya dengan beberapa video. Ada video klip dari lagu ciptaan saya sendiri beserta lyrics video nya, ada juga Vlog dari momen-momen menarik dalam keseharian saya, entah itu momen persalinan istri, bermain bersama anak ke taman, mengganti popok anak, dan seterusnya.

Dari proses pencarian jati diri, saya menetapkan bahwa ke depannya akun Youtube saya akan diisi oleh 3 hal:

Musik: Lagu original, Hagusha (Handry Guitar Sharing), cover lagu-lagu hits

VLOG: Momen-momen menarik yang terjadi sehari-hari

Creative & Marketing: Sharing ringan mengenai ilmu Marketing dan hal-hal kreatif sesuai latar belakang pendidikan saya.

B. Lahirnya #HAGUSHA

Full video: “Keluarga Chord” – Handry Guitar Sharing Ep. 1

Mengingat pada dasarnya saya mencintai musik dan gitar (telah menggeluti gitar selama kurang lebih 13 tahun, dari 2004 kelas 2 SMP) maka sangat beralasan bahwa dua hal tersebut merupakan tema yang tepat untuk diangkat sebagai main content dalam channel Youtube saya.
Akhirnya setelah berpikir sejenak, tercetuslah ‘Handry Guitar Sharing‘ a.k.a #Hagusha untuk mendapatkan spotlight utama.

Di episode pertama ini saya memutuskan untum membahas mengenai ‘Keluarga Chord’ karena saya pikir pengetahuan tersebut dapat menjadi basic knowledge bagi gitaris pemula untuk mulai mendalami gitar.

C. Kenapa bukan ‘Tutorial’ tapi ‘Sharing’? 

Saya ingin menghindari kesan menggurui dengan pemilihan kata ‘tutorial’, maka saya memposisikan diri sebagai orang biasa yang kebetulan sudah lama main gitar dan ingin sekedar berbagi ilmu.

D. Target market?

Untuk Hagusha sendiri saya pikir saya akan mengisinya dengan konten untuk pemula sebanyak 90%, dan sisanya 10% untuk mid to high class. Kenapa? Karena ya saya juga ga begitu jago, kebanyakan otodidak, sehingga lebih pas untuk sharing ilmu kepada gitaris pemula.

E. Tiap berapa lama bakal update?

Karena saya masih merupakan content creator pemula, dengan subscribers yang masih sangat minim (9. hahaha), belum ada jadwal pasti untuk update nya. Tergantung kesibukan, dan waktu luang yang didapat. Apalagi untuk sekarang ini, Youtube masih sekedar hobi saja, bukan mata pencaharian yang ditekuni.

F. Subscribers dikit ngapain upload?

Saya berpegang teguh pada ‘Upload saja videomu, seolah akan ada ratusan ribu orang yang datang menonton..’ #Cie

Advertisements