Tags

, , , ,

Sebagai seorang lulusan dengan latar belakang keilmuan ilmu Marketing, seperti sudah menjadi keharusan untuk terus menggali dan update terhadap perkembangan teknologi terkini terutama yang berhubungan dengan dunia pemasaran. Saat ini tren global sedang mulai bergeser ke arah online. Semua menjadi serba online.

Boomingnya situs e-commerce semacam Tokopedia, Bukalapak.com, Elevenia, OLX, Lazada, Matahari Mall, dan kemunculan aplikasi berbasis online seperti Go-Jek dan Grab (Re-branding dari GrabTaxi yang telah mencakup Taxi, Bike, dan GrabExpress) yang disusul dengan merajalalelanya aplikasi sejenis pada diri Lady Jek, Blu Jek, Taksi Jeger, tak menutup kemungkinan akan adanya Ru-Jek (aplikasi pemesanan online khusus untuk beli Rujak. Siapa tahu) menguatkan statement bahwa behavior orang mulai beralih untuk mencari layanan yang menghemat waktu, terjangkau, dan mudah diakses.

Di balik semua itu, ada satu marketing tools yang digunakan oleh (hampir) seluruh brand yang saya sebutkan sebelumnya. Ya, tak lain adalah Facebook Ads by Facebook. Sebagai salah satu social media dengan users terbanyak di dunia (kurang lebih 1.59 miliar pengguna per February 2016 menurut techno.id), bahkan telah memiliki tak kurang dari 5.949.740 pengguna di Indonesia berdasarkan CheckFacebook.com dan merupakan negara dengan pengguna Facebook terbesar kedua di benua Asia setelah Turki. Maka tak heran seluruh merek yang telah memutuskan untuk go online, demi mempertahankan dan memperkuat eksistensinya, pada akhirnya mempergunakan layanan Facebook Ads ini untuk mendapatkan atensi, meningkatkan kesadaran merek, meningkatkan penjualan, dan tentunya target akhirnya adalah meningkatkan revenue dan profit perusahaan.

Jadi apa sebenarnya Facebook Ads?

Facebook Ads adalah layanan iklan berbayar yang dapat dipergunakan oleh setiap pengguna Facebook pada Facebook Page yang mereka miliki (Baik itu local business, local place, perusahaan, institusi, organisasi, brand/produk, public figure, entertainment, ataupun komunitas). Iklan dapat muncul di bagian News Feed (biasanya bertuliskan ‘Suggested Post’ atau ‘Sponsored’), atau muncul di kolom sebelah kanan apabila kita membuka Facebook melalui komputer, bertuliskan ‘Suggested Pages’, ‘Suggested Groups’, ‘Sponsored’ dsb.). Jika konten iklan menarik dan menyasar target pasar yang tepat tak jarang promosi tersebut dapat tersebar secara viral dikarenakan jika seseorang menakan tombol ‘likes’ maka hal yang ia sukai tersebut akan muncul pada laman news feed nya dan dapat dibaca oleh seluruh teman yang dimiliki.

Contoh terbarunya adalah video campaign Coca Cola Indonesia mengenai verbal bullying dengan tagar #RayakanNamamu yang diunggah pada tanggal 13 January 2016 yang lalu ini berhasil ditonton tak kurang dari 6.4 juta orang hingga hari ini dan mendapatkan likes tak kurang dari 159.725 orang. Tujuan akhir dari ads ini menurut saya sebenarnya adalah agar orang terpengaruh untuk membeli Coca-Cola dengan nama mereka sendiri yang dapat dibuat secara custom di beberapa tempat.

Anggap saja conversion rate dari iklan ini adalah 3%* dari total yang menonton video alias 3% x 6.400.000 = 192.000 orang kemungkinan akan terpengaruh untuk membeli coca cola dengan custom packaging bertuliskan nama mereka masing-masing (Terutama orang yang memiliki nama unik dan diluar 70 nama khas Indonesia yang sudah pernah dibuat oleh Coca Cola sebelumnya).

* Rata-rata conversion rate berada di kisaran 3 – 5% untuk standar saat ini (Berdasarkan buku tulisan Louis E. Boone & David L. Kurtz berjudul Contemporary Business – Pengantar Bisnis Kontemporer 1 ed.11 hal 364)

Berdasarkan https://shareacoke.coca-cola.co.id/event/detail/mau-kaleng-dengan-namamu, syarat untuk dapat mencetak nama kita di kaleng Coca Cola adalah:

  • Kalo kamu berada di hypermarket, cukup dengan beli 1 kemasan COCA-COLA 250ml isi 6 dan 3 MINUTE MAID PULPY FRUIT BITE untuk bisa mencetak nama di 3 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

  • Atau kalo kamu berada di supermarket, cukup beli 2 kaleng COCA-COLA 250ml dan 2 MINUTE MAID PULPY FRUIT BITE untuk bisa mencetak nama di 1 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

  • Nah, buat teman-teman mahasiswa, beli aja 1 COCA-COLA botol plastik ukuran 250ml/425ml atau 1 kaleng COCA-COLA ukuran 250ml di kampus, dan 1 kaleng COCA-COLA ukuran 250ml di booth #ShareACokeID, kamu bisa mencetak nama di 1 kaleng COCA-COLA 250ml dengan nama kamu, teman, atau nama keluargamu.

Itu berarti, dengan asumsi 192.000 orang tersebut semuanya adalah mahasiswa, dan harga 1 kaleng Coca Cola 250 ml adalah Rp.5000, oleh karena mahasiswa harus membeli 2 kaleng, maka pengeluaran mereka adalah Rp.10.000, maka total minimum potential revenue nya adalah 10.000 x 192.000 = Rp. 1.920.000.000 (Satu milyar sembilan ratus dua puluh juta rupiah). Itu baru angka minimum, belum menghitung berapa orang yang membeli di supermarket atau hypermarket. Angka yang cukup mencengangkan untuk sebuah video yang nampak simpel, walaupun saya belum didukung data valid mengenai berapa pemasukan sebenarnya yang telah didapat Coca Cola untuk produk custom packaging mereka semenjak video ini naik tayang.

Pertanyaannya: Untuk bisa menjangkau 6.4 juta orang menonton video ini, berapa biaya investasi yang harus dikeluarkan oleh Coca Cola untuk Facebook Ads?

  COKESaya mencoba menganalisis berapa biaya investasi Coca Cola untuk campaign ini dengan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Well, dengan modal followers Facebook Page mereka yang telah mencapai lebih dari 96 juta per 6 February 2016 ini sepertinya bukan hal yang sulit jika postingan mereka ditonton oleh 6.4 juta orang bahkan lebih. Namun, ternyata banyaknya followers tak selamanya menjamin bahwa tiap postingan kita akan selalu engaged dengan customers. Sebagai contoh, ada 1 video lagi dari Coca Cola yang diunggah pada tanggal 29 January dan hanya ditonton 952 kali serta mendapatkan 108 likes. Oleh karena itu, saya mengambil kesimpulan, untuk campaign #RayakanNamamu tersebut Coca Cola menggunakan Facebook Ads untuk mendongkrak jumlah viewers dengan harapan mendongkrak kemungkinan orang yang membeli produk Coca Cola custom packaging

Cokee

2. Karena video #RayakanNamamu mendapat likes sebanyak kurang lebih 160.000 orang, yang dimana kita anggap 160.000 orang tersebut merupakan hasil conversion rate 3% dari total orang yang melihat iklan ini, maka iklan ini setidaknya harus sampai ke 5.333.333 orang agar dapat dilikes oleh 160.000. Dengan asumsi tiap orang memiliki 500 teman, maka iklan ini berpotensi viral ke 160.000 x 500 = 80.000.000 orang. Maka ada sekitar +- 8% dari 80 juta yang menonton iklan ini alias 6.400.000 orang.

3. Saya estimasi Coca Cola berfokus di kota besar seperti Jakarta, dan Bandung, dan berfokus di usia 20-40 tahun dengan gender pria dan wanita. Maka Potential Reach nya ada di angka 7.500.000 orang.

COK

4. Apabila diandaikan Coca Cola menganggarkan daily budget* sebesar Rp. 10.000.000, maka estimated daily reach nya adalah sebesar 120.000 – 310.000 orang per hari. Agar iklan sampai ke 5.333.333 orang, maka hari yang harus dihabiskan adalah 5.333.333 : 310.000 = +-17 hari dengan total pengeluaran sebesar Rp. 169,996,412 ~  Rp. 170.000.000

* Semakin besar daily budget, semakin besar estimated daily reach dari iklan yang akan dipromote. Minimum daily budget adalah Rp. 10.000 per hari.

Ads

Dengan kata lain potensi income dari ads ini adalah 1.920.000.000 – 170.000.000 = Rp. 1.750.000.000. Tentu biaya iklan 170 juta menjadi terasa tidak besar melihat potensi pemasukan bagi perusahaan yang jauh lebih besar.

Dan yang terpenting, menggunakan sistem inilah Zuckerberg mengumpulkan pundi pundi kekayaan yang di 2015, menurut majalah Forbes, sudah mencapai kekayaan bersih 35,7 miliar USD (setara lebih dari Rp. 500 triliun), selain tentunya dari saham, pemasukan Instagram Ads, serta adanya kemungkinan basis data pengguna WhatsApp akan ‘dijual’ ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Disclaimer: Hal-hal yang saya tulis di atas hanyalah sebuah analisa dan bukan merupakan suatu gambaran sebenarnya dari apa yang dilakukan dan diperoleh oleh Coca-Cola.

Advertisements