Tags

, , , , , , , , ,

Tak terasa, kini saya akan menghadapi dua semester penghujung di MBA ITB yang akan diisi oleh dua mata kuliah terakhir yaitu Business Immersion a.k.a Internship a.k.a magang a.k.a PKL, dan juga Final Project/Thesis. Pada awalnya, untuk internship antara bulan Mei hingga Agustus ini, CV saya submitted untuk posisi Marketing di Danone, dengan harapan bahwa mereka memang memiliki lowongan di sana. Sekitar hampir sebulan saya menanti, panggilan untuk interview pun datang juga. Saya dengan antusias mencoba peruntungan di kesempatan kali ini dengan beberapa teman saya yang juga applu untuk perusahaan yang sama. Namun, apa mau dikata, rezeki memang tak akan tertukar, bukan perusahaan tersebut yang akan saya singgahi selama 3 bulan. Pencarian tak terhenti di sana.

Beruntung, saya mendapatkan info dari Pak Reza Nasution selaku Direktur MBA ITB mengenai lowongan internship di PT Fujifilm Indonesia, 2 posisi lowong untuk divisi marketing. Menurut beliau, tawaran dari Fujifilm ini dapat diimplementasikan sebagai topik untuk penelitian thesis. Idaman sekali, sangat menarik di mata saya, karena memang sudah menjadi keinginan diri untuk mengarungi internship sembari menyicil mengerjakan permulaan dari thesis, setidaknya setuntasnya magang, bab 1 telah rampung dikerjakan.

Singkat cerita, dari pertama saya mengirim CV melalui Pak Reza, seminggu berselang panggilan untuk interview di kantor pusat mereka di Wisma KEIAI di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat. Tak hanya saya yang ambil bagian di sesi wawancara ini, tiga teman saya, Egar Putra Bahtera, Muhamad Insan Nasher, dan Maisa Ulfah, yang pula belum mendapatkan tempat untuk magang pun mencoba bersaing secara sehat memperebutkan 2 posisi yang tersedia. Walaupun begitu, tak ada momen saling diam hanya karena persaingan ini. Sepanjang perjalanan pulang setelah interview, kami berempat larut dalam obrolan di areal food court Grand Indonesia yang tak luput dari canda tawa. Sehari berikutnya, pihak PT Fujifilm Indonesia mengumumkan keputusannya: Egar dan Insan belum mendapat kesempatan di sini. Sehingga jelas dua orang lainnya selain merekalah yang berhak tetap stay selama 3 bulan ke depan di perusahaan Jepang yang dikomandoi oleh Mr. Shigetaka Komori ini.

18 Mei 2015

Sesuai kesepakatan saat interview, saya menyanggupi untuk mulai masuk kerja di tanggal ini. Hal ini diikarenakan saya membutuhkan persiapan untuk pindahan, orientasi lingkungan di Jakarta, menghafalkan rute berangkat menuju kantor, tempat-tempat penting di ibukota, adaptasi cuaca dan bermacam kegiatan yang pada akhirnya saya lakukan semenjak Kamis tanggal 14 Mei 2015.

Hari ini, hari pertama.

Saya, dengan menunggangi motor Revo putih kesayangan, tiba di Wisma KEIAI, kurang lebih pukul 08.10, 20 menit lebih awal dari jam masuk kerja perusahaan. Alhamdulillah, jarak tempuh dari tempat tinggal sementara saya di Jakarta di daerah Kampung Bali hanya menghabiskan tak lebih dari 15 menit untuk sampai ke parkiran belakang gedung kantor.

Ibu Wulan Heningtyas, atau Mba Wulan, Corporate Secretary FujiFilm Indonesia, menyambut saya dan Maisa lalu tanpa berlama beliau memperkenalkan kami berdua ke seluruh karyawan perusahaan di masing-masing divisi, termasuk supervisor kami di Sales & Marketing division, Bapak Johanes Juliandro Rampi, atau Pak Andro. Tak lupa Mba Wulan membuatkan kami finger print untuk keperluan absensi di pintu masuk. Setelah berkeliling dan membuat finger print, kami diminta menunggu di ruangan internal meeting.

Setelah menunggu beberapa saat, Pak Andro masuk dan mempresentasikan sekilas mengenai Fujifilm, termasuk lini bisnis mereka, produk yang ditangani secara langsung, produk yang masih dipegang oleh distributor, inovasi-inovasi yang dilakukan, tonggak sejarah peralihan dari film negatif ke digital photography, hingga dua garis besar misi mereka ke depan yang kelak dapat kami berdua jadikan topik untuk thesis kami. Introduction & sharing session dari Pak Andro berlangsung kurang lebih 2 jam hingga pukul 11 lewat sedikit. Setelahnya, Mba Wulan memberikan 2 buah buku kepada kami. Satu mengenai karakteristik dari Fujifilm, sementara satu lagi adalah semacam buku biografi dari CEO Fujifilm, Mr. Shigetaka Komori, yang secara garis besar menceritakan mengenai pengalamannya membangkitkan Fujifilm dari keterpurukan. Menarik untuk dibaca.

DSCF8827

Internal meeting room

DSCF8833

The future and the history

Di jam makan siang, ternyata kantin di belakang gedung cukup padat, antriannya mengular seperti antrian BLT, sehingga saya, Maisa, Regina, dan Indah dari Sales division, memutuskan untuk makan siang di kantin Graha Arthaloka di samping gedung kantor. Cukup mengenyangkan dan masih terjangkau kocek.

Penandatanganan kontrak magang dan juga non-disclosure aggreement mengenai etika dalam menjaga kerahasiaan data confidential milik perusahaan pun menutup hari pertama internship. Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar dan menyenangkan. Suasana kantor pun kondusif, terisi oleh orang-orang yang ramah, menyenangkan, dan menjunjung tinggi kekeluargaan. Semoga tetap berlanjut demikian dan diberi kekuatan untuk memberikan yang terbaik selama 3 bulan ke depan. Aamiin YRA.

-Handry M. Yudha-

Advertisements