Tags

, , , , , , , , ,

Selepas aksi panggung pertama di hari pertama (baca juga: https://handrymar.wordpress.com/2014/11/25/the-business-case-competition-experience-bagimu-negeri-6/), ada perasaan lega karena berhasil mengatasi situasi dan ketegangan, apalagi dengan adanya sambutan tepuk tangan hangat dari para audiens. Sesampainya di Amaris dari gedung PPM, kami tak langsung beristirahat, kami menyempatkan untuk melakukan persiapan terakhir menjelang esok. Dan sekitar pukul 12 malam, kami menyudahi persiapan dan beranjak menyelami mimpi. Mungkin esok akan indah.

Alarm handphone berbunyi tepat pukul 04.30, seperti biasanya untuk mengingatkan shalat subuh. Hari ini, 4 November 2014, kami sudah harus berkumpul di lobby sekitar pukul 7 dan akan langsung meluncur ke gedung Menara BCA tak jauh dari hotel. Mengenakan kemeja seragam berwarna biru, dasi berwarna hitam, pantofel hitam, dan jas hitam, sambil terduduk di dalam kendaraan yang membawa kami, saya hanya dapat berdoa dalam hati untuk kelancaran hari ini.

Mobil yang membawa kami pun tiba, kami dipersilahkan untuk menaruh barang bawaan di ruangan khusus yang telah dipersiapkan panitia untuk para peserta. Nampak tempat penyimpanan tersebut adalah ruangan meeting untuk para petinggi BCA. Sambil merapihkan barang bawaan, saya menatap keluar jendela, tinggi sekali. Ini lantai 22, ketinggian yang mungkin cukup untuk membuat kita tewas di tempat andaikata melompat dari sini (by the way, beberapa waktu lalu ada kasus seperti itu di tempat ini. brrr..).

Sebelum masuk ke dalam ruangan presentasi, kami diperuntukkan untuk mengisi form kedatangan dan mengambil nomor urut presentasi. Dan jreng! Kami mendapatkan no.3 yang artinya Embrio akan menjalani presentasi di sesi 1, dan akan berduel dengan tim perwakilan dari PPM dan juga Chulalongkorn Thailand. Melihat kenyataan tersebut saya hanya dapat bersyukur. Penampil pertama tentunya akan tampil tanpa beban dan setidaknya kami tak perlu lama berdebar menunggu giliran.

20141104111502

Ruangan tak begitu besar. Mungkin hanya cukup untuk sekitar 200 orang. Ada spare waktu untuk kami menarik nafas terlebih dahulu. Dibuka oleh sambutan dari Dr. Ir. Eva Hotnaidah Saragih, M.A (Coordinator of Research Center and Case Clearing House), Ir. Martinus Sulistio Rusli, MBA, Ph.D (Dean of PPM School of Management), dan Mr. Eugene Keith Galbraith (Deputy President Director of BCA Indonesia), MC pun mempersilahkan tiga tim pertama untuk menaiki panggung tepat pukul 9 lebih 30 menitan. Then, the show must go on!

Picture1

Picture2

Picture3

Dengan mengikuti rules yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap tim akan terlebih dahulu mendapatkan kesempatan memaparkan isi paper masing-masing selama 10 menit, lalu di sesi berikutnya tiap tim memiliki kesempatan mengajukan pertanyaan ke pada dua tim lainnya secara bergantian searah jarum jam dan arah sebaliknya. Alhamdulillah, segala ketegangan berhasil diminimalisir setelah berada di atas panggung. Tak ada lagi perasaan gugup yang mengganggu. Tatapan ‘pedas’ para juri tak mematikan atau bahkan membuat lidah menjadi kelu, kata demi kata dengan lancar terutarakan tanpa menemui kendala berarti. Angga membuka dengan percaya diri, memaparkan problem-problem yang dihadapi oleh perusahaan, saya berperan menjelaskan isi solusi di bagian tengah, dan Insan menyempurnakannya dengan benefit dari solusi yang kami kemukakan, serta dipungkas dengan

Your message means less than the way the message is delivered, because in actuality, the way the message is delivered, IS the message“,

quote tajam yang disadur dari ucapan Bryant McGill, aktivis terkemuka di US. Sesi tanya jawab pun tak memunculkan kendala yang membuat dahi kami berkerut, baik PPM maupun Chulalongkorn melontarkan dua pertanyaan yang masih berada dalam kapasitas kami untuk menjawab. Overall, saya menilai gap kualitas diantara tiga tim pertama ini tak terlalu menganga. Saya yakin juri akan membuat penilaian yang sangat ketat, mepet, tipis, karena memang berdasarkan kualitas presentasi, solusi, dan tanya jawab, tak ada yang benar-benar membuat saya terkejut dan dapat dikatakan sangat merata. Duel pun usai. Applause penonton mengantarkan kami turun dari panggung. Sekitar 10.30 saat itu. Lega? Belum.

IMG_6056

Finalis dari PPM

IMG_6078

Chulalongkorn

IMG_6089

EMBRIO dari MBA ITB

IMG_6345

The judges!

Seusainya, kami masih harus menyaksikan kesembilan tim lainnya berduel sengit, pengumuman finalis 4 besar, Q&A session dari juri, baru setelahnya pengumuman pemenang menjadi penutup keseluruhan rangkaian acara ini. Hingga sesi presentasi usai sekira pukul 14.00 sore, alias setelah menunggu selama 3 setengah jam selepas presentasi kami, saya memprediksi dua tim yang berpeluang besar melenggang ke babak 4 besar. Tercatat tim dari Filipina (Baguio), dan MBA ITB (senior saya: Anjar Danar Dono, Imelda Natalia, dan Wendy Suganda). Sementara dua slot sisa untuk babak final tak mampu saya prediksi karena hanya dua tim tersebut yang menurut pandangan saya benar-benar mampu menguasai materi. Dan benar saja, dua tim tersebut lolos ke final, diikuti oleh tim dari Fudan University dan PPM (yang menjadi lawan kami). Kecewa? Tidak sama sekali, karena suatu kompetisi jelas membutuhkan peserta yang siap legowo menatap apapun hasil yang diterima.

Pada akhirnya, setelah melalui gempuran pertanyaan dari para juri, tim dari MBA ITB dinobatkan sebagai pemenang di kompetisi ini!! Saya jelas ikut berbangga hati melihat almamater dan senior saya menjadi yang nomor satu, dan tentunya karena, dalam hal ini, sayapun menjadi bagian dari kompetisi.

IMG_6683

Congrats, The Champion. (left-right: Anjar, Imel, Wendy)

Begitu banyak pelajaran yang  terrangkum dari perjalanan saya mengikuti kompetisi ini. Dari hanya sekadar mencoba, mengharuskan kami bersaing dengan tim yang berisikan teman sekelas dan satu almamater, melalui atmosfer brainstorming yang patut dikenang bersama Embrio, berhadapan dengan silang pendapat dan komentar skeptis terhadap solusi kami, mendapat insight dari kasus bisnis nyata, merasakan sensasi keberhasilan menjadi finalis, melawan ketegangan menjelang hari-H, menuntaskan segala persiapan, menjaga kekompakan tim, berlatih presentasi di depan dosen, teman sekelas, komunitas public speaking, memperluas networking, merasakan pressure dari suasana lomba yang kompetitif, melatih mental tampil di depan publik dengan bernyanyi dan membaca puisi, mengukur kompetensi diantara para peserta yang berasal dari regional Asean, menambah jam terbang presentasi di suatu even kompetisi resmi, belajar untuk legowo atas keberhasilan orang lain, dan tentunya belajar dari keberhasilan yang tertunda ini.

Di epilog acara, setiap tim pemenang mendapat berbagai bingkisan dan penghargaan atas keikutsertaannya dalam kompetisi kali ini. Dan tentunya, photo session time!

IMG_6612

IMG_6654IMG_6655

          Setelahnya kami pun diantar Tia dan temannya ke stasiun Gambir, pulang menuju Bandung pukul 20.00. Terlelap di atas kursi kereta, pulang membelah malam, dengan membawa begitu banyak pengalaman yang menyenangkan dan tak akan terlupakan.

20141105120054Alhamdulillahirabbilalammin.

-Handry-

Advertisements