Tags

, , , , ,

Ternyata pada akhirnya saya harus meralat judul tulisan saya ‘The Business Case Competition Experience: EMBRIO (2/end)‘ karena cerita mengenai ini belum begitu saja berakhir. Mungkin pada saat menulis tulisan terakhir tersebut saya dipenuhi perasaan tak yakin akan hasil dari report yang disubmit oleh Embrio maka saya membubuhkan kata ‘end‘ pada judulnya, padahal tak menutup kemungkinan cerita akan terus bergulir ke tempat yang tak diduga sebelumnya, dan jawabannya: Ya. Dengan hanya mematok target masuk 12 besar, alias finalis yang akan berangkat ke Jakarta, kami bertiga berhasil menduduki posisi diluar ekspektasi terliar kami sekalipun.

12Dan setelah announcement ini saya baru mengetahui bahwa kompetitor kami pun tak sebatas universitas lokal, melainkan mencakup regional Asean, diantaranya universitas dari Thailand, Filipina, dan juga Hong Kong. Memang hasil scoring ini tak menentukan sama sekali siapa pemenang dari kompetisi ini, karena pemenang ditentukan melalui sistem presentasi yang diikuti oleh sesi debat dan Q&A, namun setidaknya apapun hasil yang terjadi nanti di Jakarta kami tetap bersyukur telah mendapatkan kenangan yang berharga, dimana ide kami mampu bersaing dengan otak-otak brilian kelas Asia Tenggara dan hal tersebut memacu diri untuk semakin giat dalam menatap AEC yang akan segera tiba dalam hitungan bulan.

Hitung mundur menuju hari-H, cukup banyak yang harus dipersiapkan dengan matang dan terperinci. Mulai dari tiket kereta yang sudah dipesan dari jauh hari, stage performance untuk welcoming reception di hari pertama, seragam grup, introduction video perkenalan member grup, slide powerpoint, dan terpenting latihan presentasi dan penguasaan materi. Tak ada yang tak mungkin, namun seperti halnya saat pengumpulan report, kami tak muluk dalam mematok target, cukup minimal masuk 4 besar dan selanjutnya nothing to lose. Aamiin YRA.

Handry (@handrymar)

15/10/14   

Advertisements