Tags

, , , , , , ,

6th checkpoint: 787973 – 9234837

Beberapa kesalahan sebelumnya ternyata ada gunanya juga, tanpa perlu menunggu 13.55 kami sudah mengetahui arah tujuan selanjutnya dengan keyakinan tinggi. Pukul 13.50 saja kami sudah menapaki Gedung Indonesia Menggugat, dan dengan pede-nya saya memarkir mobil, seraya didatangi oleh salah seorang panitia yang berujar “Kalian kloter selanjutnya ya? Maaf belum bisa di sini, harus tunggu 13.55, coba tunggu di deket-deket sini aja ya.” Atuh sip, padahal ya cuma 5 menit lagi sih bos, tapi ya manut-manut saja lah daripada bener-bener digugat. Mobil pun keluar dan hanya menunggu di samping kanan gedung, sehingga setelah SMS muncul, saya hanya tinggal menggambarnya saja. Begitu mobil masuk (untuk keempat kalinya hari ini) di area parkir saya dapat dengan jelas melihat ekspresi ‘menahan keheul bari jeung mereun dalam hati ketawa oge’ dari salah satu panitia. Cueeek hahaha

Di dalam GIM, kami mendapat challenge untuk menyesuaikan antara not angka dengan potongan-potongan lirik lagu Bangun Pemudi Pemuda. Beruntung ada pianika yang dapat dimainkan selama 3 menit sebagai acuan nada, ditambah dengan kabisa saya di bidang musik yang sangat sangat membantu di game terakhir ini. In the end, perjuangan kurang lebih 6 jam pun terlewati dengan Alhamdulillah. Beberapa kesalahan, emosi, ketegangan, kendala, dan silang pendapat kami anggap sebagai bagian dari permainan yang semakin mengasah kekompakan kami berdua (Ceilaaah part 2).

Soekarno

Proklamator bersama…..Prok-Ame-Ame (Kiri)

DSC05050

Para hakim agung

Indonesia Menggugat

FINISHED!

Malam harinya, pada closing ceremony yang diadakan di Lapangan Basket ITB sayangnya kelompok kami tak mampu setidaknya masuk di posisi tiga besar. Namun, siapa sangka jerih payah kami diganjar hadiah hiburan berupa doorprize yang berisi speaker. Tiga kali penarikan doorprize diulang karena nama yang disebutkan tidak datang di acara closing tersebut. Dan begitu nama saya dipanggil di penarikan ke empat saya pun mengangkat payung yang saya bawa tinggi-tinggi untuk menunjukkan keberadaaan saya. Kebetulan malam itu hujan mengguyur kota Bandung. Mungkin dengan ini pula Sang Pencipta ingin mendinginkan kegundahan, meredakan kegeraman, dan mengeratkan yang telah digenggam.

Doorprize

Alhamdulillah

Sangat disayangkan waktu yang semakin malam membuat saya mengurungkan niat untuk menyaksikan penampilan Payung Teduh sebagai band pamungkas. Last but not least, Thank you so much to Geodesi dan Geomatika ITB atas acara inspirasional dan juga hadiah hiburannya. Cukup membuat sabtu lalu menjadi berbeda, keluar dari rutinitas mainstream yang monoton. Then, keep up the good work for the next two years.

Navigacity

V for Victory

…back to Another way of Satur-date: Navigacity 2014 (3) – “Sweet & Cycle”

Advertisements