Tags

, , , , , , ,

4th checkpoint: 788388 – 9234298

Dari pukul 10.55, waktu dimana SMS clue koordinat keempat telah diterima, kami sudah menghabiskan waktu kurang lebih 15 menit karena baru meluncur meninggalkan Museum Sri Baduga pada 11.10. Maka setelah melakukan kalkulasi dan plotting sesegera mungkin, meluncurlah kami menuju ke area yang dimaksud. Dengan koordinat yang menunjukkan titik di area sekitar Balai Kota dan Braga, maka sekali lagi kami mengira bahwa koordinat ini akan mengarah pada Gedung Indonesia Menggugat (GIM), namun setelah untuk kedua kalinya kami datangi, GIM ini masih diisi oleh rombongan kelompok kloter lain. Saya dengan tersenyum kecut harus menerima kenyataan bahwa perkiraan kami kembali keliru. Lalu, dengan masih dengan mengandalkan si mbah, beberapa kali kami mencari via search engine Googledan akhirnya menemukan tempat yang kemungkinan besar tepat sesuai dengan yang dimaksud oleh clue, yaitu Museum Mandala Wangsit Siliwangi di dekat hotel Grand Papandayan. Jelas ini merupakan pengalaman pertama kami mengunjunginya, mendengar namanya saja baru kali ini (lain urang Bandung mereunnya). Di sini tugas kami adalah mencari amplop bertuliskan Pulau Kanawa dan menyusun puzzle yang ada di dalamnya. Sebisa mungkin dengan kemampuan yang ada kami mencoba untuk menyusunnya. Di saat sedang larut pada kepingan-kepingan puzzle yang mengernyitkan dahi, saya sedikit tersentil menahan geli mendengar gurauan salah seorang peserta lain beberapa meter di sebelah kami duduk “Eh itu sekelompok cuma berdua? Eleuh so sweet….” “antepkeun we lah meh gancang.” ceuk sayah dina jero hate.

Sayang seribu sayang, level kesulitan puzzle yang ada membuat probabilitas keberhasilan kami untuk meraih poin tinggi di stage ini nampak memudar, kami belum berkesempatan menyusunnya hingga tuntas 100%. Kami bisa sedikit menghirup nafas sejenak karena selanjutnya adalah waktu istirahat sampai nanti SMS akan kembali menyapa di 12.55 WIB. Saya pun mengambil alih kemudi, membiarkan Aini beristirahat, dan mengarahkan mobil ke Siete Cafe di Dago untuk mengambil jatah konsumsi, lalu menunaikan sholat dzuhur di MBA ITB.

Wangsit

Yang belang memang lebih enak

DSC05037

the clue

5th checkpoint: 789689 – 9236608

Alasan kami beristirahat di MBA ITB adalah karena kami telah mengetahui bahwa salah satu dari dua pos terakhir ini adalah Gedung Indonesia Menggugat (GIM), sehingga area tengah kota yang kami pilih untuk singgah. Pada awalnya saya memiliki ide untuk shalat di salah satu mesjid di sekitar Balaikota, namun hal itu nampak cukup beresiko apabila koordinat berikutnya ternyata (lagi-lagi) bukan GIM, dan menunjuk kepada salah satu tempat di Bandung Utara seperti Taman Hutan Raya. Selepas shalat, ternyata kami bertemu dengan peserta Navigacity yang juga beristirahat di MBA. Begitu mengetahui mereka adalah kelompok B, yang notabene memiliki rute yang berbeda dari A, maka kami mencoba menggali ke arah mana mereka telah singgah. Salah satu tempat yang telah mereka kunjungi adalah Museum Geologi. Dengan ini jelas sudah dua tempat terakhir yang akan kami kunjungi, tinggal yang mana dulu yang akan kami datangi sesuai petunjuk koordinat yang ditentukan.

Begitu SMS datang di 12.55, plotting saya lakukan dan koordinat mengarah pada area sekitar Gasibu dan Gedung Sate, tentunya tempat yang dimaksud adalah Museum Geologi sesuai dengan apa yang telah kelompok B utarakan tadi. Begitu kami sampai, ternyata tak sedikit kelompok yang sudah datang terlebih dahulu. Dengan wajah Bandung yang semakin mendung namun tak sedikitpun menyurutkan langkah, kami pun bergegas berlari ke arah meja panitia. Kami mendapatkan secarik kertas bertuliskan ‘Pohon Keluarga’. Kami diminta mencari secarik kertas di area yang ditunjukkan pada clue tersebut untuk dapat pergi ke tempat berikutnya. Saya dan Aini pun berhasil menemukan gambar bertuliskan Pohon Keluarga. Dari sana, kami mendapatkan kertas bertuliskan ‘Rig Conoco’. Jelas tulisan tersebut mengacu pada hal-hal yang berkenaan dengan sumber kekayaan alam dan pengeboran, maka kami pergi ke lantai dua, ke tempat hal-hal tersebut dijelaskan secara visual. Dari titik Rig Conoco kami pun menemukan clue lagi yaitu ‘Taman Siklus’, yang mengacu pada salah satu taman yang terdapat di Museum Geologi ini. Dengan bertanya pada Security, maka dengan mudah kami sampai ke titik terakhir dan mendapatkan tanda tangan di nametag ketua. Waktu masih menunjukkan 13.25, namun dengan telah mengetahui tempat terakhir yang akan didatangi, maka tanpa perlu banyak berpikir kami tancap gas untuk dapat sampai terlebih dahulu di GIM. Hujan dan awan gelap pun tak luput mengiringi perjalanan kami, beruntung hati ini tak kompak, tak ikut menjadi gelap.

DSC05044

Batu di Taman Siklus. Mungkin (bahkan pasti) siklus kehidupan juga yang pada akhirnya mempertemukan kami. Ceilaaah

…continue to Another way of Satur-date: Navigacity 2014 (4) – “Rintik hujan, payung (ber)teduh, dan sekotak doorprize”

…back to Another way of Satur-date: Navigacity 2014 (2) – “Foto keluarga dan pencarian cangkul sakti”

 

Advertisements