Tags

, , , ,

2nd checkpoint: 786651 – 9235166

Tuntas berlari-lari mencari patung, sms kedua pun tiba tepat pukul 08.55. Koordinat selanjutnya yang harus dipecahkan adalah X= 786651 dan Y=9235166. Dari hasil kalkulasi menunjukkan secara jelas bahwa destinasi selanjutnya adalah Taman Lalu Lintas (TLL). Dengan bantuan apps Waze, dengan cepat kami mendapatkan rute untuk sesegera mungkin sampai di sana. Setibanya di TLL sekitar pukul 09.20, beberapa mobil peserta nampak telah tiba terlebih dahulu yang membuat kami bergegas berlari ke arah meja panitia. Di sana kami mendapatkan kertas berisikan 2 tantangan. Tantangannya adalah:

1) Menemukan 2 rambu lalu lintas yang saling berdekatan yaitu plang tikungan ke kiri dan plang dilarang parkir. Kami harus mengukur jarak antara kedua rambu tersebut, dan alat ukurnya hanya dapat kami dapatkan dari pos peralatan yang tidak diberi tahu berada di mana, maka kami pun harus berkeliling untuk mencari mereka.

2) Berfoto bersama anak-anak di antara kedua rambu tersebut. Semakin banyak jumlah anak maka akan semakin baik.

Kami berpikir bahwa hal yang paling akan memakan waktu adalah mengumpulkan anak-anak. Maka kami bergegas mencari kedua rambu yang dimaksud agar dapat segera berfoto. Berkeliling selama kurang lebih 10 menit, rambu yang ternyata berada di bagian depan TLL pun berhasil kami temukan. Lantas kami berdua berbicara kepada beberapa orang tua yang sedang berwisata di sana untuk meminta izin agar dapat berfoto bersama anak-anak mereka. Maka terkumpullah 4 anak, jumlah yang saya pikir lumayan walau sebenarnya saya yakin jumlah yang dapat kami kumpulkan dapat lebih banyak dari ini andaikata tak ada pressure dari berkurangnya waktu dan gerak cepat peserta lain. Setelah berfoto, hal yang kami lakukan adalah berkeliling mencari pos peralatan yang menyediakan alat ukur. Aini yang curiga terhadap beberapa panitia yang sedari awal duduk melingkar di satu titik menanyakan pada mereka apakah benar itu pos peralatan. Dan ya, feeling Aini tepat sasaran. Kami pun dapat mengukur jarak kedua rambu tersebut sepanjang 9 meter 85 cm. Sesudah mengembalikan alat dan mengumpulkan lembar jawaban ke meja finish maka kami kembali ke mobil. Sesampainya di area parkir, kami mendapati mobil kami terhalang oleh mobil peserta lain yang menghambat pergerakan kami. Walaupun pada akhirnya kami berhasil keluar, namun itupun cukup menghabiskan banyak waktu. Pelajaran penting untuk yang berminat mengikuti Navigacity berikutnya, selama panitia tidak mengharuskan peserta parkir di area parkir yang tersedia maka carilah tempat parkir lain yang lebih luas.

Keluarga

Keluarga (Mendadak) Bahagia

Image

P Coret. Dilarang Pacaran. Tapi akhirnya kami langgar

3rd checkpoint: 787317 – 9231588

The most tricky clue for this event. Pertama, saya sempat salah memasukkan koordinat ke dalam excel sehingga hasilnya nampak seperti mengarah ke area Stasiun Lama atau Gedung Indonesia Menggugat, keduanya kami kunjungi namun nyatanya salah besar. Setelah yakin telah memasukkan angka yang tepat, koordinat yang diberikan nampak memberikan sinyal positif bahwa titik temu selanjutnya adalah Monumen Bandung Lautan Api di Tegallega. Kami pun bergerak ke sana dan memarkir mobil kami di pelataran parkir dekat pasar tegallega, tepatnya di sebelah barat Lapangan. Sekitar 10 menit kami berputar di sana namun tak ada tanda-tanda keberadaan panitia. Menyusuri ke arah selatan, kami curiga bahwa sebenarnya koordinat menunjukkan Museum Sri Baduga (MSB). Dan benar saja, di sana para panitia berkaos kuning sudah menyemut menanti kehadiran para peserta yang dipastikan datang dengan nafas tersengal-sengal. Lebih sialnya lagi panitia mensyaratkan agar mobil para peserta masuk ke area parkir sebelum berhak mendapatkan kesempatan menjawab soal-soal. Celaka 12, mobil kami berada cukup jauh dari TKP, maka dengan sigap Aini segera berlari untuk memindahkan mobil. Saya yang menunggu di MSB sempat mengurai tanya apakah memang clue tersebut berniat untuk menjebak. Salah satu panitia dengan tegas mengiyakan pertanyaan saya. Benar-benar sadis, mengingat arus lalu lintas di sekitaran tegallega terkenal dengan kemacetan yang memanaskan hati. Waktu menunjukkan 10.50, Aini belum juga nampak akan sampai, saya pun pasrah saja andaikata kami tak mendapatkan poin di spot ini. Namun nampaknya Allah masih menghargai effort kami, tepat 10.52 Ertiga Silver yang dikemudikan berhasil Aini daratkan dengan selamat. Cukup cepat, barangkali ada bakat Michael Schumacher di dalam DNA nya. Para panitia di MSB memberikan kertas soal yang harus kami jawab. Jawaban dapat kami peroleh dari informasi yang tersebar di dalam Museum. Tepat 10.55 SMS mengenai koordinat selanjutnya telah masuk ke dalam inbox, namun saya hiraukan sejenak untuk segera mengisi setidaknya 10 soal dalam waktu 10 menit ini. Sekira pukul 11.10 kami meninggalkan MSB untuk segera move on ke tempat selanjutnya.

DSC05034

Mencari cangkul yang paling pas untuk menggali tanah dan mengubur masa lalu

…..Continue to Another way of Satur-date: Navigacity 2014 (3) – “Sweet & Cycle”

 …Back to Another way of Satur-date: Navigacity 2014 (1) – “Soto Koyaaa”

Advertisements