Sabtu 5 Oktober 2013

Seperti biasa weekend terisi dengan menguras keringat di lapangan futsal YPKP, jam 4 sore telah menjadi satu rutinitas. Begitu selesai bermain, ada satu notifikasi di blackberry dan ternyata itu dari kang Kuns. Isinya meminta saya datang jam 6 sore ini. Genderang panik di otak saya berdentang, futsal saja baru selesai tepat jam 6 ini, saya pun segera meluncur begitu selesai shalat di mushola YPKP. Di perjalanan, saya menyempatkan mencari tempat fotokopi untuk membeli materai yang diminta kang Kuns untuk dibawa.

Sesampainya di Mabes OKE Pro sekitar pukul 19.15, di sana Andre dan Munirah telah (lama) menunggu. Andreas Kriswanto, atau Andre, ternyata akan menjadi senior saya kelak di MBA, karena ia salah satu mahasiswa MBA program Young Executive batch 48 yang telah berkuliah semenjak awal Januari lalu. Sementara Munirah Legiyanti, wanita berkerudung dan berkacamata dan akrab disapa Munir atau Mun, adalah alumnus UPI yang sampai saat ini masih menikmati menjalani sebagai freelance namun juga sedang dalam proses tes masuk untuk Kemendag. Saya pun duduk di karpet sembari Kang Kuns menyodorkan dua lembar kertas yang ternyata surat kontrak berisikan hal-hal yang perlu diingat selama menjalani kegiatan magang ini. Setelah membaca keseluruhan poin, saya pun menandatangani surat tersebut di atas materai. Kang Kuns menyatakan kamilah 3 orang yang terpilih untuk kegiatan magang ini. Alhamdulillah.

Setelahnya, tanpa basa-basi, agenda hari ini pun dibuka oleh sambutan dari CEO Oke Pro yaitu Shofwim Shofwan, acapkali disapa bang Opim. Bang Opim, pria 30 tahun-an bertubuh besar dan berkacamata ini adalah salah satu lulusan MBA ITB program Executive. Ia menceritakan bahwa ternyata ada saja beberapa orangtua yang menelpon beliau dan menginginkan anaknya untuk dapat mulus mengikuti program magang ini dengan menyodorkan sejumlah uang sebagai suatu ‘gratifikasi’, namun dengan tegas bang Opim menolaknya. Selepas prolog singkat, bang Opim pun membeberkan event apa yang sebenarnya akan digarap bersama kali ini.

DSC_0051_20edit

Bang Opim

Event tersebut adalah “Bakrie Energy International (BEI) Fun Race 2013” yang akan diselenggarakan 3 hari di Singapura pada awal November. Sebuah acara outing yang akan melibatkan seluruh jajaran pekerja di perusahaan BEI mulai dari level bawah hingga yang tertinggi. Main course dalam event yang bertujuan mempererat soliditas internal perusahaan ini adalah Fun Race di hari ke 2. Inti dari Fun Race adalah bagaimana mereka dapat berwisata dan melepas penat dengan mengunjungi tempat-tempat di Singapura dalam kemasan semacam Amazing Race. 7 Grup, yang nanti masing-masing berisikan 10 orang yang dipilih secara acak, akan saling bersaing memecahkan clue yang disediakan oleh panitia agar dapat mengunjungi tempat yang dimaksud oleh clue tersebut. Semakin banyak mereka dapat memecahkan petunjuk, semakin banyak pula nilai yang akan terkumpul secara akumulasi. Clue-clue beserta tantangan akan kami kemas dalam bentuk buku yang disebut smart book. Masing-masing grup akan memiliki 1 buku yang dibawa oleh sang ketua.

Bang Opim menekankan bahwa penting sekali untuk mengatur flow acara yang berujung pada kepuasan klien. Menariknya, Ia menganalogikan dengan sudut pandang pria dewasa, ibarat pasangan yang sedang bercinta, digiring untuk merasakan setiap momen di dalamnya dan puncaknya terpuaskan hingga fase multi-orgasme. Acara ini pun harus demikian ujarnya, posisikan diri kita dan klien sebagai sepasang kekasih yang saling mempercayai dan diakhiri kepuasan di benak masing-masing. Saya hanya bisa tersenyum dan terkekeh ala pria dewasa yang mengerti (gimana maksudnya? entahlah, tanya saja Vicky Prasetyo). Acara ngobrol Sersan, Serius tapi santai, ini pun berakhir di angka 20.20. Saya pun berpamitan, lalu memecah keheningan malam di atas deru pacu suara motor.

Advertisements