Jum’at 4 Oktober 2013

Kelegaan setelah mendapatkan kepastian melanjutkan kuliah pada Januari nanti menimbulkan keinginan untuk mengisi gap 3 bulan (sebelum Januari) ini dengan sesuatu yang menarik, menantang, sekaligus menyenangkan. Beberapa kali ibu saya menawarkan peluang magang, ada teman kecilnya yang bos salah satu perusahaan oil & gas, tapi saya tolak dengan sangat halus. Bukan maksud tidak menghormati, atau menyia-nyiakan peluang yang ada, hanya saja saya pikir di usia seperti ini kepuasan mendapatkan sesuatu tanpa lagi perlu disuapi ortu menjadi jauh lebih penting. Hinggalah pagi ini, milis civitas SBM dihampiri pesan dari Shofwim Shofwan yang berisikan lowongan magang dari Oke Professional Organizer, perusahaan yang bergerak di bidang jasa Event Organizer (yang belakangan saya ketahui bahwa Sang pengirim email tersebut ialah pak bos alias CEO nya). Iming-iming perjalanan ke Singapura bagi yang beruntung menarik perhatian saya, namun tak hanya itu, saya pikir ini akan menyenangkan, lagipula tertulis ‘Lowongan hanya untuk hari ini’, jadilah saya mengirim CV serta transkrip nilai. Tanpa ekspektasi berlebih, pada jam 4 saya membaca email balasan yang berisikan undangan untuk datang jam 5 sore! Beruntung sempat mengecek e-mail.

oke

Meluncurlah saya ke Jl. Kalijati Indah Utara di wilayah Antapani. Tepat pukul setengah 6, Honda Revo putih yang saya tunggangi berhenti di rumah no ke 45. Ketukan pintu saya disambut nada bercanda “Mau audisi, kang?” dari seorang pria bertubuh subur. Ialah Kun Assyifa, alias Kuns, atau saya kerap memanggilnya kang Kuns. Di sana telah berkumpul 6 orang yang memiliki tujuan sama, mengikuti internship. Ada David, Teja, Munirah, Andreas, Putri lalu Noni, dan Yola yang datang di urutan bontot. Suasana dicairkan oleh kang Kuns yang notabene seorang standup comedian dengan menggelar obrolan perkenalan sambil ngampar di karpet. Masing-masing mengutarakan motivasinya mengikuti internship, tak sedikit yang memang tertarik karena iming-iming menggiurkan tadi. Awalnya saya tak menyangka, ternyata agenda hari ini adalah proses seleksi dengan sistem interview. Tanpa persiapan sama sekali, akhirnya sesi interview dimulai. Urutan pertama yang saya ingat adalah David, ia masuk ke satu kamar yang di dalamnya telah menanti dua orang dari Oke Pro.

Sesi ini terus berlanjut, hingga saya dipanggil di urutan kedua dari belakang. Dengan diantar ke pintu masuk oleh kang Kuns, saya masuk dan berkenalan dengan dua orang interviewer. Keduanya terbilang masih muda, walau jelas lebih berumur dibandingkan saya. Penguji pertama ialah Surya Eka Santosa, alias Sanny Durant, atau saya memanggilnya kang Sanny. Pria plontos yang sepintas mirip lulusan Akabri ini menjabat tangan saya sambil terselip rokok di tangannya. Sementara penguji kedua adalah Danar Adikerto, atau Mas Adi. Beberapa pertanyaan diajukan oleh kang Sanny, sementara Mas Adi sebagai evaluator. Pertanyaan semacam motivasi bergabung, skill dasar, apakah anda termasuk detail oriented dipertanyakan. Namun pertanyaan yang paling terngiang adalah “Apabila klien anda sekarang meminta anda untuk meeting 30 menit lagi di Jakarta, apa yang akan pertama kali anda katakan?” Dengan bersedekap dan sedikit memutar otak, jawaban “Saya akan mendelegasikan meeting ini ke perwakilan saya yang berada di Jakarta.” Selesailah sesi interview tersebut.

Setelah interview keseluruhan selesai dan menunggu beberapa saat. Kang Sanny keluar dari ruangan dan mengumumkan hasil interview. Hasilnya 3 orang harus puas untuk tidak melangkah lebih jauh. Tersisa saya, Munirah, Andre, David, dan Yola. Atas keberhasilan 5 besar, OKE Pro menyuguhi kami berlima dengan cheese burger Amerika berlogokan “M” berwarna kuning. Kang Kuns menambahkan bahwa masih akan ada proses seleksi berikutnya, namun entah kapan. Saya pun melahap burger serta kentang, dan berkemas pulang.

Kuns

Kang Kuns

Advertisements