Diriwayatkan dari Ibn Abbas ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “ada dua anugerah yang disia-siakan manusia; kesehatan dan waktu luang.”

Waktu luang memang terkadang terlewatkan begitu saja. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat menghabiskan harinya dengan dipenuhi perasaan ‘ngapain lagi ya? boring. ga ada kerjaan’ padahal mungkin ada yang semestinya dilakukan dalam kekosongan tersebut, yang tak pelak dapat menyebabkan dirinya menyandang status deadliners.

Beberapa pekan ke belakang, tepatnya 1-5 Juli 2013, komunitas nulisbuku.com mengadakan suatu proyek yang dinamakan ‘Kejutan Sebelum Ramadhan’. Detail-detail mengenai proyek tersebut ada di sini: http://nulisbuku.com/blog/2013/07/proyekmenulis-kejutan-sebelum-ramadhan/

  Singkat cerita, proyek tersebut adalah proyek menulis cerita pendek dengan tema besar ‘Kejutan Sebelum Ramadhan’ dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi, secara perorangan maupun kolaborasi. Dari seluruh peserta yang mengirimkan karyanya (menurut tim nulisbuku.com, ada 800 karya yang masuk), akan ada 1 pemenang utama dan 17 finalis untuk tiap kategori yang dibukukan dalam ‘Kejutan Terbaik Sebelum Ramadhan’. Sementara, 200 finalis lainnya yang terpilih seleksi tim nulisbuku.com akan dibukukan dalam ‘Kejutan Sebelum Ramadhan’ yang dipecah ke dalam 15 jilid.

Berhubung memang ada waktu cukup yang tersedia, daripada tersia-siakan, saya pikir tidak ada salahnya mencoba menulis, hitung-hitung mengukur sejauh mana tulisan saya dapat diterima oleh orang lain. Sempat cukup bersemangat dalam mengerjakan pada awalnya, cerpen saya mandeg dan baru berhasil tereksekusi hingga epilog pada hari-H pengumpulan naskah, bahkan 20 menit menjelang ditutupnya, teu kedah ditiru pamiarsa.

Seminggu setelahnya, hari pengumuman pemenang pun tiba. Tanpa ekspektasi berlebih, cerpen saya Alhamdulillah terpilih dalam 200 finalis yang dibukukan. Walaupun tak mendapat sedikitpun royalti dari hasil penjualannya (malah saya yang harus bayar buat beli buku ini), karena seluruh royalti dari proyek ini disalurkan ke panti asuhan untuk menyantuni anak yatim. Misi tersebutlah yang pada awalnya membuat saya tergerak mengikuti proyek ini.

Kemarin, buku tersebut telah merampungkan perjalanan dari ibukota, yang mungkin melelahkan, hingga tiba dengan selamat di pangkuan saya. Walaupun baru sekadar 8 halaman cerpen, ada suatu kepuasan batin melihat karya tulis saya dimuat dalam suatu buku, yang sebelumnya baru terwujud melalui skripsi kuliah. Mimpi saya sederhana, ingin rasanya mencoba membuat karya tulis semacam Recto Verso dari Dee, lengkap dengan original soundtrack nya. Mungkin suatu saat nanti, bukan tak mungkin.

Cerpen “Loka” by @handrymar : https://handrymar.wordpress.com/2013/08/03/loka/

Loka

(klik untuk memperbesar gambar)

Advertisements